Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat

Nasaruddin menjelaskan, yang ia sampaikan dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah sebenarnya bukan soal menghapus zakat. Ia ingin menggeser fokus pengelolaan dana umat supaya lebih luas dan strategis.

Nugroho P.
Last updated: Maret 1, 2026 5:19 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar akhirnya buka suara dan minta maaf soal pernyataannya yang sempat ditafsirkan sebagai ajakan meninggalkan zakat. Ia mengakui ucapannya bikin salah paham dan memicu kegaduhan di tengah publik.

Contents
Maksudnya Reorientasi, Bukan EliminasiBelajar dari Timur TengahHarap Publik Nggak Salah Tangkap

Lewat keterangan tertulis pada Ahad, 1 Maret 2026, Nasaruddin menegaskan satu hal penting: zakat tetap wajib. Titik.

“Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan,” ujarnya.

Buat dia, posisi zakat nggak pernah berubah. Itu kewajiban personal setiap Muslim, bukan opsi yang bisa ditawar.

Maksudnya Reorientasi, Bukan Eliminasi

Nasaruddin menjelaskan, yang ia sampaikan dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah sebenarnya bukan soal menghapus zakat. Ia ingin menggeser fokus pengelolaan dana umat supaya lebih luas dan strategis.

Menurutnya, penguatan ekonomi syariah jangan cuma bertumpu pada zakat. Ada instrumen lain yang potensial banget kalau digarap serius: wakaf, infak, dan sedekah.

Ia menilai, selama ini pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia masih bisa di-upgrade. Bukan sekadar dikumpulkan dan disalurkan, tapi juga dikelola produktif, berkelanjutan, dan berdampak jangka panjang.

Belajar dari Timur Tengah

Nasaruddin juga menyinggung praktik di beberapa negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Di sana, pengelolaan wakaf dilakukan secara profesional dan terintegrasi lewat kementerian khusus, sampai bisa jadi motor pembangunan sosial dan ekonomi.

Model seperti itu, kata dia, yang ingin dipelajari dan diadaptasi di Indonesia.

“Inilah model yang ingin kita pelajari dan adaptasi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat,” jelasnya.

Harap Publik Nggak Salah Tangkap

Di akhir pernyataannya, Nasaruddin berharap polemik ini bisa jadi momentum buat meluruskan pemahaman. Ia tetap mengajak masyarakat menunaikan zakat seperti biasa, sambil bareng-bareng mengoptimalkan wakaf dan instrumen filantropi Islam lainnya.

Intinya, bukan pilih salah satu. Tapi gimana caranya semua potensi dana umat bisa digerakkan bareng-bareng, lebih produktif, dan benar-benar terasa dampaknya. (*)

You Might Also Like

Dari K-Pop ke Green Energy: Puan Ajak Korea Investasi Hijau Bareng Indonesia

Prabowo Reshuffle Lagi! Erick Thohir Pindah Haluan Dari Menteri BUMN ke Menpora

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Puan: Banjir Bali Butuh Ditangani Cepat, Ada Citra Indonesia yang Dipertaruhkan di Sana

Sempat Dikritik, Prof Amin Aziz Nilai Kehadiran Menag di Acara JATMA Bagian dari Tugas Kepemimpinan

TAGGED:menagmenag nasaruddin umarzakat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus
Next Article Mumpung Lagi Puasa, Perbanyak Doa agar Utang Cepat Lunas Ini Bacaannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Permainkan Harga Kedelai, Mentan Ancam Cabut Izin Usaha

Pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti sosialisasi pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/4/2026).

KPK Sebut Celah Korupsi Masih Terbuka Lebar di Pati, Siapa Hendak Bermain Lagi?

Koleksi berbagai macam keris yang dipamerkan dalam Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk “Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno” di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4/2026).

Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist)

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Ist)
Nasional

“Jangan Sampai Kita Terpecah Belah!”, Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

Agustus 30, 2025
Eks-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut langsung ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka, Kamis (12/3/2026).
Hukum

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

Maret 12, 2026
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Ke-4 Masa Persidangan I. Foto: dok.
Nasional

Revisi UU Hak Cipta Dimulai! DPR dan Musisi Siap Gaspol Lindungi Hak Kreator

Agustus 26, 2025
Nasional

MK: Polisi yang Mau Jabatan Sipil, Mundur Dulu!

November 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?