Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

R. Izra
Last updated: Februari 26, 2026 12:07 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta.
Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA — Dunia aktivisme dan gerakan mahasiswa kehilangan salah satu sosok pentingnya.

John Tobing, pencipta lagu legendaris ‘Darah Juang’, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) malam.

Pemilik nama lengkap Johnsony Maharsak Lumbantobing iut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada sekitar pukul 20.45 WIB.

Kabar ini cepat menyebar di kalangan aktivis, mahasiswa, hingga alumni kampus.

Bacaaja: PDIP Bantah Narasi MBG Tak Pakai Dana Pendidikan: di Perpres APBN Angkanya Jelas
Bacaaja: Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Bukan tanpa alasan. Lagu ciptaan John sudah puluhan tahun jadi lagu wajib di berbagai aksi demonstrasi.

Informasi wafatnya pertama kali disampaikan melalui akun Instagram Kagama Channel, wadah alumni UGM.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak John Tobing, Alumni Fakultas Filsafat UGM 1986,” tulis Kagama Channel, Kamis (26/2/2026).

Sejarah lahirnya lagu perlawanan

Semasa menjadi mahasiswa Fakultas Filsafat UGM pada era 1980-an, John dikenal aktif dalam berbagai dinamika gerakan kampus.

Saat itu, ruang kritik terhadap pemerintah sedang sempit-sempitnya. Penangkapan aktivis, pembredelan media, hingga represi aparat terhadap demonstran bukan cerita langka.

Di tengah situasi itu, John memilih cara berbeda untuk bersuara: musik.

Awal 1990-an, lahirlah lagu ‘Darah Juang’, sebuah lagu yang kemudian menjelma menjadi simbol perlawanan mahasiswa.

Nama ‘Darah Juang’ benar-benar melejit saat gelombang Reformasi 1998.

Ribuan mahasiswa menyanyikannya ketika menduduki gedung DPR/MPR. Lagu itu juga menggema dalam berbagai aksi di Yogyakarta dan kota-kota lain.

Di tengah tuntutan agar Presiden Soeharto turun dari kekuasaan, “Darah Juang” menjadi semacam anthem generasi reformasi.

Bahkan lagu ini juga pernah dinyanyikan dalam momen pemakaman sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer.

Yang menarik, John sendiri baru menyadari betapa luasnya pengaruh lagu itu sekitar tahun 2010. Ia sempat terkejut mengetahui karyanya menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan dalam aksi mahasiswa.

Lagu ini bercerita tentang tanah air yang kaya, tapi rakyatnya masih hidup dalam ketimpangan. Pesannya sederhana: perjuangan belum selesai.

Profil singkat John Tobing

John Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara. Dalam kesehariannya ia tinggal di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama istrinya, Dona, dan tiga anak mereka.

Kepergiannya mungkin menutup perjalanan hidup sang pencipta.

Tapi satu hal pasti: selama lagu “Darah Juang” masih dinyanyikan di jalanan aksi, nama John Tobing tidak akan benar-benar pergi.

Lirik lengkap ‘Darah Juang’

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan

Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji (*)

You Might Also Like

Nawal Yasin Dorong Muslimat NU Terus Bersinergi Bangun Jateng

ICW Minta Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi, Menteri Agama: Nggak Tahu, Terserah!

Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Melaka Ingin Bangun Jembatan Tembus Indonesia, Politisi Malaysia Langsung Ribut

Tiga Hari Hilang, Nenek Wakijem Ketemu Lemas di Hutan

TAGGED:aktivisdarah juangheadlinejogjajohn tobingmeninggal duniapencipta lagu darah juang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengunjung sedang membaca buku di Warak Kayu, Rabu (25/2/2026). (dul) Microlibrary Warak Kayu Semarang: Ngabuburit Gratis & Nyaman, Luber Pengetahuan
Next Article Ilustrasi berbagai jenis gula. Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko njelasin soal antisipasi mudik 2026. (ist)

Strategi Pemprov Jateng Urai Macet Mudik Lebaran: Andalkan CCTV dan Posko

Kuasa hukum korban, Bagas Wahyu Jati mengulik surat perdamaian kasus Chiko usai memantau sidang, Kamis (26/2/2026). (bae)

Korban Ngaku Tertekan saat Didatangi Keluarga Chiko, Perdamaian di Atas Paksaan?

Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir

Regulasi Tar-Nikotin: Adaptasi Bijak untuk Ekosistem Tembakau Nusantara

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

UMK 2026 di Jateng dari Tertinggi hingga Terendah

Desember 24, 2025
Presiden China Xi Jinping.
Info

Macan Asia Beneran! Xi Jinping Pecat 9 Jenderal Busuk di Lingkaran Elit China

Oktober 21, 2025
Sepak Bola

PSIS Pinjam Ibrahim Sanjaya

Februari 5, 2026
Daerah

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?