Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ealah, Cak Imin Setujui Iuran BPJS Naik Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Ealah, Cak Imin Setujui Iuran BPJS Naik Lagi

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, akhirnya menyatakan setuju iuran Jaminan Kesehatan Nasional dinaikkan mulai 2026. Sikapnya ini cukup mengejutkan karena sebelumnya ia termasuk yang keberatan.

Nugroho P.
Last updated: Februari 23, 2026 8:38 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Menko PMK yang juga Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Menko PMK yang juga Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Angin perubahan berembus dari meja rapat pemerintah. Isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dulu sering ditolak, kini justru dapat lampu hijau.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, akhirnya menyatakan setuju iuran Jaminan Kesehatan Nasional dinaikkan mulai 2026. Sikapnya ini cukup mengejutkan karena sebelumnya ia termasuk yang keberatan.

Usulan kenaikan itu pertama kali ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers soal optimalisasi pelaksanaan program JKN di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Dalam forum yang sama, Cak Imin terang-terangan mengaku berubah sikap. Ia bahkan berseloroh, “Ini karena Ramadhan atau karena apa, semua yang disampaikan Pak Menkes setuju saya.”

Pernyataan itu disampaikan secara daring dan langsung menyedot perhatian publik. Pasalnya, beberapa kali sebelumnya ia kerap menahan wacana kenaikan iuran.

Ketua Umum PKB itu menilai, langkah ini bisa jadi pintu awal pembenahan sistem kesehatan nasional. Menurutnya, perbaikan layanan tak mungkin berjalan tanpa keuangan yang sehat.

Ia juga menekankan bahwa kenaikan iuran tidak akan menyasar masyarakat bawah. Kelompok desil 1 sampai 6 tetap ditanggung negara melalui APBN.

“Kalau yang paling bawah kan sudah dibayar pakai APBN, maka naik berapapun sebetulnya enggak ada masalah,” ucapnya.

Artinya, dampak kenaikan lebih diarahkan ke kelompok masyarakat mampu, yakni desil 7 sampai 10 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kondisi keuangan BPJS Kesehatan makin tertekan. Defisit pada 2025 dilaporkan sudah tembus lebih dari Rp 20 triliun.

“Artinya apa? Iuran memang harus naik. Enggak mungkin iuran BPJS tidak disesuaikan setiap lima tahun,” kata Budi tegas.

Ia memaparkan, biaya kesehatan terus naik tiap tahun karena inflasi medis. Tanpa penyesuaian iuran, beban sistem kesehatan nasional bakal makin berat.

Data yang dipaparkannya menunjukkan lonjakan signifikan. Tiga tahun lalu biaya JKN sekitar Rp 158 triliun, naik menjadi Rp 175 triliun pada 2024, lalu Rp 190 triliun pada 2025.

Kenaikan ini dinilai tak sebanding dengan pertumbuhan iuran yang stagnan. Jika kondisi dibiarkan, jurang defisit akan semakin lebar.

Budi bahkan memberi peringatan cukup keras. Ia menyebut, dalam lima tahun ke depan BPJS bisa kolaps jika iuran tak segera disesuaikan.

“Bukan di zaman saya, tapi pada saat menteri sesudah saya. Saya jamin BPJS tidak akan tahan,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa langkah berani sekarang, generasi menteri berikutnya akan mewarisi sistem yang keuangannya tak lagi mampu menopang layanan kesehatan rakyat.

Di sisi lain, wacana ini tentu memantik diskusi publik. Kenaikan iuran selalu sensitif karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Namun pemerintah berdalih, pilihan yang ada hanya dua: menyesuaikan iuran sekarang atau menghadapi krisis pembiayaan di masa depan.

Dengan sikap Cak Imin yang kini sejalan dengan Menteri Kesehatan, arah kebijakan terlihat makin jelas. Tahun 2026 bisa jadi momentum perubahan besar bagi sistem jaminan kesehatan nasional. (*)

You Might Also Like

Surat Tangan Syamsul Viral Usai OTT, Isi Bikin Geger

10 Sekolah di Depok Diancaman Bom,  Pemilik Email Diperiksa Polisi

Kali Surabaya Nge-gas, Warga Ngeri

Damkar Sat Set Banget, Bayi Keluar dalam 10 Menit

85 Persen Warga Semarang Sudah Pegang JKN

TAGGED:bpjscak iminIURAN BPJSjknmen kestaris bpjs naik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sering Tidur Saat Puasa? Jangan-jangan Lagi Terjebak Hadis Palsu
Next Article Mokel Itu Apa Sih? Istilah Puasa Diam-Diam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Dorong Penggunaan Bioplastik

Ratusan ASN Semarang Diajak Move On dari Trauma Korupsi

Pincang, PSIS Tetap Bidik Kemenangan

Warga Antusias Ikut Pengobatan Gratis di Panti Marhaen, Messy: Serentak, Bakal Terus Diulang

Banyak BPJS Kesehatan “Nggak Aktif”, Pemprov Gaspol Pembenahan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Gelombang Job Scam Makin Liar, Indonesia Jadi Target

November 27, 2025
Viral

Tahun Baru Eropa Berubah Kelam, Api dan Petasan Makan Korban Jiwa

Januari 3, 2026
Viral

Pesawat Rusia Jatuh, Awak Pesawat Tewas Semua

Desember 10, 2025
Peristiwa viral di Blora insiden pria menendang kucing. Foto: ist
UnikViral

Pria Tendang Kucing hingga Mati di Blora, Polda Jateng Kantongi Identitas Pelaku

Februari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ealah, Cak Imin Setujui Iuran BPJS Naik Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?