Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Suara Kampus Diteror, DPR Sentil Menteri HAM
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Suara Kampus Diteror, DPR Sentil Menteri HAM

Pigai sebelumnya menyebut teror terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, bukan berasal dari pemerintah dan menganggapnya sebagai penggiringan opini. Tapi bagi Marinus, respons seperti itu dinilai kurang sensitif terhadap situasi yang sedang dihadapi korban.

Nugroho P.
Last updated: Februari 20, 2026 4:48 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA –Isu teror ke Ketua BEM UGM bikin jagat politik ikut panas. Pernyataan Menteri HAM yang menyebut teror itu bukan dari pemerintah malah jadi sorotan baru di parlemen.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, angkat suara soal respons Menteri HAM, Natalius Pigai. Menurutnya, pernyataan yang terkesan menepis isu begitu saja bisa berdampak ke persepsi publik.

Pigai sebelumnya menyebut teror terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, bukan berasal dari pemerintah dan menganggapnya sebagai penggiringan opini. Tapi bagi Marinus, respons seperti itu dinilai kurang sensitif terhadap situasi yang sedang dihadapi korban.

“Pernyataan pejabat publik yang terkesan menormalisasi teror justru berpotensi melemahkan kepercayaan rakyat terhadap komitmen negara dalam menjunjung hak asasi manusia,” ujar Marinus dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai, klarifikasi saja nggak cukup. Pemerintah, kata dia, semestinya hadir lebih aktif, bukan cuma membantah.

Menurut Marinus, tugas utama pemerintah bukan sekadar bilang “kami tidak terlibat”. Lebih dari itu, negara harus membuktikan dengan langkah konkret.

“Tugas utama pemerintah bukan sekadar menyangkal keterlibatan, melainkan aktif mengungkap pelaku, memutus rantai intimidasi digital, dan menjamin keselamatan korban,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kalau memang pemerintah merasa tidak ada hubungannya, pembuktian harus dilakukan lewat pengusutan terbuka. Transparansi dianggap penting supaya publik tahu dari mana sebenarnya ancaman itu datang.

Di sisi lain, Marinus mengingatkan bahwa mahasiswa adalah bagian penting dalam demokrasi. Kritik dari kampus, menurutnya, bukan ancaman melainkan kontrol sosial yang wajar.

“Mahasiswa yang kritis bukan musuh negara. Justru negara yang abai melindungi warganya dari teror adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan,” katanya.

Kasus ini mencuat setelah Tiyo Ardianto mengirim surat ke UNICEF yang berisi kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait tragedi meninggalnya seorang anak di NTT. Tak lama setelah itu, ia mengaku menerima berbagai bentuk teror.

“Setelah kami mengirimkan surat tersebut, muncul respons publik yang luar biasa. Tapi diiringi juga oleh semacam teror. Teror ini adalah bahasa kekuasaan yang gagal menjelaskan pikirannya,” kata Tiyo di kawasan Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).

Ia mengaku mendapat pesan ancaman dari nomor tak dikenal dengan kode luar negeri, bahkan sempat merasa dikuntit orang tak dikenal saat berada di sebuah kedai.

“Dari jauh ada orang yang menguntit sekaligus memfoto, tapi ketika kami kejar, dia sudah pergi. Ini alarm bahwa demokrasi kita gak baik-baik saja,” ujarnya.

Bukan cuma dirinya, sang ibu juga disebut menerima pesan misterius yang dikirim tengah malam. Setidaknya dua kali pesan masuk hingga Selasa (17/2/2026).

Situasi ini bikin perdebatan makin melebar. Di satu sisi ada bantahan pemerintah, di sisi lain ada desakan agar kasus ini diusut tuntas.

Di tengah riuhnya pernyataan dan klarifikasi, publik kini menunggu satu hal yang lebih penting: siapa pelaku di balik teror tersebut, dan sejauh mana negara benar-benar hadir melindungi warganya yang bersuara kritis. (*)

You Might Also Like

Keracunan Makanan Bisa Ganggu Ingatan, Ini Kata Dokter

THR Nunggak Jangan Cuma Teguran, Saatnya Negara Bertindak Lebih

Tunjangan Profesi Guru Enggak Dirapel Lagi, Mau Turun Bulanan, Asik Nih…

Anak Buah Cak Imin Bilang MBG Gak Butuh Ahli Gizi: Pembuat Kebijakan Itu Saya!

Akhirnya.. Bupati Mirwan Diberhentikan, Ini Pltnya yang Resmi Gantikan Sementara

TAGGED:bem ugmMBGpigaiterorteror ketua ugmugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Senja, Jajan, dan Jalan Santai: Ngabuburit Seru Purwokerto
Next Article Teh Hangat Saat Sahur, Aman atau Bikin Lemas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
Info

Dapur MBG Mendadak Senyap, Kalau Dana Cair Besok ya Ngebul Lagi

Juni 8, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Siapkan Tiga SPPG Jadi Role Model

April 9, 2026
Ilustrasi proses penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Info

Catat Ini, Keracunan MBG Terjadi di 70 Lokasi dan Seret Korban  5.914

September 27, 2025
Presiden Prabowo Subianto diwawancara wartawan saat menghadiri acara di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
Nasional

Prabowo Minta Bersabar Soal Menteri Polkam & Menpora, “Biar Kalian Ada Semangat!”

September 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Suara Kampus Diteror, DPR Sentil Menteri HAM
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?