Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah

Masih banyak yang mikir keris itu identik dengan klenik dan hal-hal mistis. Padahal, di balik lekuk bilah dan pamornya, ada filosofi, sejarah, dan nilai hidup yang panjang. Kementerian Kebudayaan pun angkat suara: kalau mau warisan ini tetap hidup, kuncinya ada di edukasi dan riset, bukan sekadar mitos.

T. Budianto
Last updated: Februari 14, 2026 4:47 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PAMERAN KERIS: Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya Basuki Teguh Yuwono (kiri) mengunjungi pameran keris di Semarang, Jumat (13/2/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kementerian Kebudayaan menegaskan pentingnya pendidikan formal, riset ilmiah, dan penguatan peran akademisi untuk menjaga nilai budaya keris sebagai warisan leluhur.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, saat membuka Pameran Pusaka Nasional “Keris re(imagined): Napas Baru Warisan Leluhur” di Hotel Front One HK Semarang, Jumat (14/2/2026).

Baca juga: DPR Bentuk Tim Supervisi Penulisan Ulang Sejarah

Menurut Basuki, pendekatan akademis penting agar pemahaman tentang keris tidak terjebak pada stigma mistis semata. Ia mencontohkan keberadaan Program Studi Senjata Tradisional Keris di Institut Seni Indonesia Surakarta, yang sudah melahirkan lulusan hingga jenjang magister dan doktoral.

“Perangkat akademik ini membantu membangun edukasi generasi muda agar lebih mudah memahami keris secara utuh,” ujarnya. Ia mengakui, persepsi masyarakat yang mengaitkan keris dengan klenik atau musyrik masih cukup kuat.

Pembiasan Makna

Karena itu, perlu ada informasi yang lebih proporsional dan berbasis kaidah ilmiah agar tidak terjadi pembiasan makna. “Riset dan perangkat akademis bisa memberi penjelasan yang lebih komprehensif, bukan sekadar debat tanpa ujung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng, Eris Yunianto, menegaskan bahwa yang harus dikedepankan dari keris adalah nilai filosofinya. Ia mencontohkan istilah dapur seperti tilam ulih atau jalak dinding yang masing-masing punya makna mendalam.

Begitu juga pamor, yang bukan sekadar motif, tapi sarat pesan tentang harmoni dan tuntunan hidup. Menurut Eris, regenerasi pecinta keris sejauh ini berjalan cukup baik. Muatan lokal di sekolah hingga program perkuliahan khusus menjadi bagian dari proses transmisi budaya.

Baca juga: Puan Ingatkan Agar Penulisan Sejarah Ulang Nasional Tak Hilangkan Jejak Sejarahnya

Namun, ia mengingatkan bahwa kapasitas sumber daya manusia, terutama guru juga menentukan. Apakah mereka mampu menjelaskan keris sebagai karya budaya bernilai luhur, atau belum. Selain pendidikan formal, kekuatan komunitas juga disebut sebagai pilar utama pelestarian. Komunitaslah yang selama ini menjadi jembatan antara warisan budaya dan generasi muda.

Pada akhirnya, menjaga keris bukan cuma soal merawat bilahnya tetap berkilau. Tapi juga menjaga maknanya tetap hidup supaya generasi sekarang nggak cuma kenal pamor dari cerita mistis, tapi paham filosofi yang membentuknya. (tebe)

You Might Also Like

Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap

DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Pembangkit EBT

Puasa Syawal Nggak Harus Ngebut, Santai Aja Bisa Kok

Pidato Berapi-api di PBB: Momentum Emas atau Janji Manis Prabowo di Panggung Dunia?

PSIS Semarang Degradasi, Yoyok Klaim Keuangan Mahesa Jenar Sehat

TAGGED:headlinekemenbudpameran keristosan aji
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Viral 11 Detik, Berujung Tersangka: Kasus Kucing di Blora Naik ke Meja Hijau
Next Article Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

Polisi menunjukkan barang bukti TPPU investasi bodong sarang burung walet, Selasa (31/3/2026). (ist)

Nggak Ngotak, Penipuan dan Cuci Uang Bermodus Bisnis Sarang Walet Bikin Rugi Rp78 M

Reaksi pemain timnas Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Italia: dari ‘Raja Dunia’ jadi Tim Semenjana, 3 Kali Beruntun Gagal Lolos ke Piala Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Isu Pangkas PPPK Bikin Deg-degan, Bali Bilang Masih Aman

Maret 28, 2026
Info

H-7 Lebaran, GT Kalikangkung Mulai Ramai: 1.500 Kendaraan per Jam Masuk Semarang

Maret 15, 2026
Plesir

Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!

Maret 27, 2026
Olahraga

Musorprov Jateng Siap Gas, Calon Ketua Udah “Fix Satu Nama”!

Oktober 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?