BACAAJA, JAKARTA – Ganjar Pranowo sudah bukan pejabat publik. Tapi namanya masih masuk tiga besar kandidat Capres 2029.
Ngomongin Pilpres 2029 emang masih lama, tapi vibes politiknya udah mulai kerasa. Survei terbaru Indonesian Public Institute (IPI) nunjukin kalau peta persaingan capres udah mulai kebentuk. Yes, nama-nama besar masih jadi favorit publik.
Di posisi paling atas? Masih ditempati Presiden Prabowo Subianto dengan elektabilitas 22,3 persen. Angka ini cukup jauh ninggalin tokoh lain, yang nunjukin pengaruhnya masih kuat di mata pemilih.
Bacaaja: Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!
Bacaaja: Dolfie Bisa Bikin PDIP Jateng Comeback? Begini Kata Pengamat Politik Adi Prayitno
Urutan kedua ada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan 12,2 persen, disusul mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di angka 9 persen.
Di bawah tiga besar, pertarungan makin tipis. Anies Baswedan ada di posisi keempat dengan 8,5 persen, lalu Dedi Mulyadi (7,9 persen) dan Pramono Anung (7,8 persen).
IPI menilai dominasi nama-nama lama ini nunjukin kalau kekuasaan, kontinuitas elite, dan eksposur media masih jadi faktor penting dalam membentuk persepsi pemilih.
Tapi plot twist-nya: dikenal publik belum tentu langsung dipilih. Peneliti IPI, Abdan Sakura, menyebut masyarakat sekarang makin rasional, mereka kenal dan menilai para tokoh, tapi belum tentu langsung menjatuhkan pilihan politiknya.
Wajah baru mulai masuk radar
Selain pemain lama, ada juga “anak baru” yang mulai dilirik. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin nangkring di posisi ketujuh dengan 7,5 persen, diikuti Purbaya Yudhi Sadewa (4,9 persen) dan Sherly Tjoanda (3,8 persen).
Kemunculan figur baru ini dipengaruhi banyak hal, mulai dari kepemimpinan, rekam jejak, integritas, sampai seberapa sering mereka muncul di media.
Abdan juga menilai beberapa tokoh seperti Pramono, Dedi, dan Sjafrie punya tingkat kelayakan yang cukup kuat, walau belum sepenuhnya berubah jadi dukungan elektoral.
Survei IPI digelar 30 Januari–5 Februari 2026 dengan melibatkan 1.241 responden usia 17–65 tahun dari 35 provinsi menggunakan metode multistage random sampling.
Intinya: Pilpres masih tiga tahun lagi, tapi satu hal udah kebaca, pertarungan bakal seru. Nama lama masih pegang panggung, tapi wajah baru pelan-pelan mulai nyempil. Tinggal nunggu: publik bakal stay loyal atau malah cari opsi fresh? (*)


