Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial

Kuliah oke, organisasi jalan, tapi jangan berhenti di ruang rapat. Pemprov Jateng ngasih sinyal jelas: mahasiswa dibutuhkan bukan cuma buat demo atau diskusi, tapi juga ikut mikirin, bahkan ngerjain masalah sosial yang nyata di masyarakat.

T. Budianto
Last updated: Februari 10, 2026 9:36 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KEYNOTE SPEECH: Wagub Jateng, Taj Yasin memberikan keynote speech dalam Pelantikan dan Studium Generale Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo Semarang, Senin (9/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di daerah. Mahasiswa dinilai punya energi, gagasan, dan keberanian untuk ikut ambil bagian dalam perubahan.

Hal itu disampaikan Wagub Jateng, Taj Yasin saat memberikan keynote speech dalam Pelantikan dan Studium Generale Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo Semarang, Senin (9/2/2026).

“Tentu kami membutuhkan adik-adik mahasiswa yang saat ini dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan,” ujar Taj Yasin di hadapan ratusan mahasiswa.

Baca juga: Nyala Lilin, Doa Bersama dan Salat Gaib untuk Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini berharap aktivis mahasiswa tidak hanya sibuk di organisasi intra kampus. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus jadi ruang lahirnya gagasan segar sekaligus solusi konkret atas persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Ia menegaskan, pengalaman berorganisasi adalah bekal penting sebelum terjun ke kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya, termasuk saat terlibat langsung dalam pemerintahan daerah.

“Adik-adik di Dema ini sebenarnya sedang latihan masuk ke dunia nyata. Sama seperti di pemerintahan daerah, banyak persoalan yang harus ditangani, dan semuanya butuh inovasi,” ujarnya.

Miniatur Pemerintahan

Gus Yasin juga menyebut struktur organisasi eksekutif mahasiswa sebagai miniatur pemerintahan. Di dalamnya, mahasiswa belajar kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga manajemen organisasi, modal awal untuk jadi pemimpin di level kabupaten/kota, provinsi, bahkan nasional.

Ia menyamakan dinamika Dema dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dituntut bekerja berdasarkan kesepakatan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. “Ini latihan bekerja kolektif. Kalau di pemerintahan, nggak bisa jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Baca juga: 6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

Selain soal kepemimpinan, Gus Yasin juga menyoroti isu lingkungan sebagai tantangan besar ke depan. Ia mendorong mahasiswa untuk melahirkan inovasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Inovasi hari ini bicara soal lingkungan. Bagaimana kita memanfaatkan bumi tanpa merusak ekosistem. Manusia harus bisa memberi manfaat bagi alam, bukan sebaliknya,” tandasnya.

Mahasiswa sudah diajak mikir dan turun tangan. Tinggal satu pilihan: mau jadi generasi perubahan, atau generasi sibuk rapat tapi lupa eksekusi. (tebe)

 

You Might Also Like

Wali Kota Tinjau Banjir Genuk, Pompa Jalan, Perut Aman

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Indonesia Tanah Air Siapa? Jejak Obral Konsesi Lahan Hutan

Drama Hukum di Medan: Korban Pencurian Jadi Tersangka, Polisi Bilang Begini

TAGGED:headlineorganisasi mahasiswapemprov jatenguin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah. Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar ‘Virus Baik’ Cegah Radikalisme
Next Article Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah. Meet & Greet Densus Siap Keliling Sekolah-sekolah di Jateng, Disdik: Ini Sangat Penting!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.

Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Perdagangan Tahun 2015-2016 Tom Lembong, divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat bersalah dan dihukum 4,5 tahun penjara.
Unik

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara

Juli 18, 2025
Sidang perdana kasus pengadaan tanah BUMD Cilacap yang rugikan negara Rp 237 miliar.
Hukum

Kodam IV/Diponegoro Terseret Kasus Korupsi BUMD Cilacap Rp 237 M, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Oktober 3, 2025
Timnas Indonesia cetak sejarah setelah kalahkan Honduras 2-1.
Sepak Bola

Timnas Indonesia Cetak Sejarah di Piala Dunia U17, Kalahkan Honduras

November 11, 2025
Ekonomi

Bus Damri Nyapa Karimunjawa

Januari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?