BACAAJA, PURWOREJO- Kericuhan pecah usai pertandingan Persibas Banyumas melawan Persak Kebumen dalam babak 8 besar Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Kabupaten Purworejo, Rabu (4/2/2026) sore.
Laga yang berlangsung 2×45 menit itu berakhir dengan kemenangan Persak Kebumen 1-0. Namun, peluit panjang justru jadi awal masalah. Usai pertandingan, tensi memanas akibat saling ejek antarsuporter.
Baca juga: Salah Tendang, Karier Langsung Tamat
Sejumlah suporter yang diduga berasal dari Banyumas nekat masuk stadion dengan cara melompati tembok pembatas, lalu turun langsung ke lapangan. Situasi makin kacau ketika lemparan batu mulai terjadi.
Akibat kejadian tersebut, satu orang panitia yang bertugas sebagai steward mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu dan harus dilarikan ke rumah sakit.
“Satu teman kami, steward, terluka di bagian kepala karena terkena lemparan batu,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan, Renaldi Eka Saputra, Kamis (5/2/2026).
Sistem Pengamanan
Renaldi menjelaskan, panitia bersama aparat keamanan sebenarnya sudah menerapkan sistem pengamanan ketat dengan screening empat lapis. Namun, ratusan suporter yang secara regulasi tidak diperbolehkan masuk tetap berusaha merangsek ke area stadion.
“Untuk pertandingan ini, yang boleh menonton hanya suporter tuan rumah. Tapi tetap ada suporter dari Banyumas yang nekat masuk dengan lompat tembok, kemungkinan lewat area sawah di sekitar stadion,” jelasnya.
Menurut Renaldi, sekitar 50 hingga 100 suporter berhasil masuk secara tidak resmi dan menonton dari atas tembok pembatas selama pertandingan. Kericuhan baru pecah setelah laga selesai, saat mereka turun ke lapangan.
“Selama pertandingan aman sampai selesai. Skor 1-0 untuk Persak. Setelah itu baru terjadi kericuhan dan aparat langsung turun mengamankan,” ujarnya.
Baca juga: Penutupan Meriah Kejurprov Futsal Jateng 2025, Purbalingga Buktikan Diri Sebagai Tuan Rumah Tangguh
Ketegangan juga sempat terjadi di luar stadion, namun aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengamanan. Seluruh suporter akhirnya dipulangkan ke daerah masing-masing dengan pengawalan.
Kabag Ops Polres Purworejo, Kompol Sarpan memastikan, situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada penahanan dalam peristiwa tersebut. “Situasi sudah kondusif, aman,” katanya.
Liga 4 seharusnya soal mimpi naik kasta, bukan adu mental lempar batu. Kalau skor tipis bikin emosi naik, mungkin yang perlu ditambah bukan menit injury time, tapi kedewasaan di tribun. (tebe)


