BACAAJA, JAKARTA – Penerbangan yang harusnya berjalan normal mendadak berubah jadi momen penuh ketegangan. Tangis histeris seorang ibu pecah di kabin pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu, tepat sebelum lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.
Di tengah kepanikan itu, seorang perempuan berdiri dan bergerak cepat tanpa ragu. Ia adalah dr. Erli Meichory Viorika, dokter spesialis anak yang kini viral setelah aksinya menyelamatkan balita bikin publik salut.
Video dramatis tersebut ramai beredar di platform X, salah satunya diunggah akun @neVerAl0nely__ pada Sabtu (31/1/2026). Terlihat dokter yang akrab disapa dokter Ika memberikan pertolongan darurat kepada balita yang tiba-tiba kejang di dalam kabin.
Bacaaja: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini
Bacaaja: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Semarang Turun, Pemkot Punya Jurus Baru
Saat tiba di lokasi, dokter Ika langsung sadar situasinya nggak main-main.
“Ketika saya datang, tubuh anak sudah membiru dan mengalami kejang di seluruh badan. Ini situasi gawat darurat yang bisa mengancam nyawa serta berisiko merusak saraf otak bila tidak segera ditangani,” ungkapnya.
Balita berinisial R itu diduga kejang akibat demam tinggi. Dengan bantuan awak kabin, dokter Ika segera memberi oksigen, mengatur posisi tubuh anak agar tidak tersedak, dan memastikan jalan napas tetap terbuka.
Bahkan, pilot memberikan izin khusus agar ia bisa pindah kursi dan mendampingi ibu serta anak tersebut sepanjang penerbangan.
Respons cepat itu akhirnya membuahkan hasil. Kejang berangsur berhenti, warna kulit anak kembali normal, dan kesadarannya perlahan pulih. Kabin yang tadinya tegang langsung berubah jadi penuh rasa lega.
Aksi kemanusiaan ini pun menuai banjir pujian dari warganet. Banyak yang menyebut dokter Ika sebagai “pahlawan di udara.”
Meski baru viral sekarang, insiden ini ternyata terjadi 4 Mei 2025 saat proses boarding penerbangan Citilink QG 990. Artinya, momen heroik ini baru naik lagi ke permukaan setelah videonya ramai dibagikan.
Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia, Tashia Scholz, membenarkan kejadian tersebut.
Setelah penanganan cepat, kondisi bayi dinyatakan stabil dan orang tuanya memilih tetap melanjutkan perjalanan ke Bengkulu. Pesawat pun berangkat pukul 10.45 waktu setempat dan mendarat dengan selamat sekitar satu jam kemudian.
IDAI angkat bicara
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan apresiasi tinggi atas tindakan dokter Ika.
Ia menyebut aksi tersebut sebagai spontan, heroik, sekaligus profesional.
Menurutnya, kejadian ini jadi pengingat kalau kondisi darurat medis pada anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja—bahkan di dalam pesawat.
IDAI pun mengimbau para orang tua untuk lebih siap saat bepergian jauh bersama anak: mulai dari mengecek kondisi kesehatan, membawa obat pribadi, hingga memahami cara meminta bantuan darurat.
Bukan Dokter Sembarangan
Di dunia medis, dokter Ika memang sudah dikenal. Ia merupakan dokter spesialis anak lulusan Universitas Andalas, anggota resmi IDAI, dan kini aktif praktik di Rumah Sakit Gading Medika.
Kisah ini jadi bukti kalau hero nggak selalu pakai jubah, kadang cuma duduk beberapa baris dari kita di pesawat. Dan saat situasi berubah jadi darurat, satu orang yang sigap bisa jadi alasan semua orang akhirnya bisa bernapas lega. (*)


