Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Banjir Sudah Surut, Trauma Belum: Pemprov Fokus Nenangin Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Banjir Sudah Surut, Trauma Belum: Pemprov Fokus Nenangin Warga

Air memang bisa surut dalam hitungan jam. Tapi trauma? Itu urusan hati dan pikiran. Itulah yang kini jadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah usai banjir bandang menerjang Kabupaten Pemalang.

T. Budianto
Last updated: Januari 27, 2026 9:13 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KUNJUNGI WARGA: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menghibur salah satu anak korban banjir di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Minggu (25/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, ,PEMALANG- Pemprov Jateng terus bergerak menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Pemalang. Bukan cuma soal evakuasi dan bantuan logistik, tapi juga pemulihan kondisi psikologis warga yang masih diliputi rasa takut.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menyebut, banyak warga yang belum benar-benar pulih secara mental setelah mengalami langsung terjangan banjir yang datang tiba-tiba. Saat meninjau lokasi terdampak paling parah di kawasan Lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Minggu (25/1/2026), Taj Yasin mendengar langsung cerita warga tentang detik-detik banjir bandang datang.

Arus deras bercampur lumpur dan kayu membuat warga panik. Dalam kondisi gelap dan serba terbatas, mereka hanya bisa berusaha menyelamatkan diri seadanya. “Banjir ini terjadi bersamaan. Bukan hanya di Pemalang, tapi juga di wilayah bawah Gunung Slamet seperti Purbalingga, sebagian Tegal, dan Brebes,” kata Taj Yasin.

Baca juga: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa

Menurutnya, keselamatan warga tetap jadi prioritas utama. Namun setelah itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada kondisi mental para korban. “Mereka masih trauma. Sedikit ada pemantik, emosinya sudah langsung naik. Ini yang harus kita redakan dulu,” ujarnya.

Pemprov Jateng, lanjut Taj Yasin, akan serius menangani aspek kesehatan fisik dan mental warga. Pendampingan dan trauma healing akan dilakukan sebelum masuk ke tahap evaluasi dan penanganan lanjutan pascabencana. “Kita pikirkan dulu kesehatannya, mentalnya, trauma healing-nya supaya bisa pulih. Setelah itu baru kita evaluasi bersama,” ucapnya.

Luka Mendalam

Di antara warga terdampak, Sulastri (27), pengungsi asal Desa Penakir, masih menyimpan luka mendalam. Di hadapan Taj Yasin, ia menceritakan musibah yang merenggut nyawa sang suami, Tanto (33), dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat banjir datang, Sulastri berada di bagian belakang rumah, sementara suaminya di bagian depan. “Datangnya pas jam dua pagi. Itu yang paling besar, dari belakang rumah,” katanya lirih.

Sulastri sempat terbawa arus, namun berhasil selamat setelah berpegangan pada kayu. Sang suami tak seberuntung itu. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Jateng, termasuk santunan Rp10 juta yang diberikan Wakil Gubernur. Bantuan tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan hidup ke depan.

Baca juga: Dua Korban Longsor Pemalang Masih Dicari

Cerita serupa juga datang dari Supinah (62), warga Desa Penakir lainnya. Sejak Jumat malam, ia memilih bertahan di posko pengungsian meski air sudah surut. “Masih takut pulang. Rumah juga masih kotor,” ujarnya.

Selama di pengungsian, Supinah mengaku kebutuhan dasar tercukupi. Mulai dari makanan, pakaian, hingga camilan. “Makan tiga kali sehari, baju juga dikasih,” katanya. Ia berharap cuaca segera membaik agar warga bisa kembali ke rumah tanpa dihantui rasa cemas bencana terulang.

Banjir memang meninggalkan lumpur di rumah, tapi juga menyisakan bekas di kepala dan hati. Pemerintah boleh datang membawa bantuan dan data, tapi warga datang membawa cerita dan trauma. Di Pemalang hari ini, yang dibutuhkan bukan cuma alat berat, tapi juga telinga yang mau mendengar dan waktu untuk benar-benar pulih. (tebe)

You Might Also Like

Anak Zaman Scroll Harus Waras

Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar

Sekolah Enam Hari, Solusi atau Nostalgia?

Duel Dua Wartawan Senior Berebut Kursi PWI 1 Jateng 2025-2030

Lagi Panas di Pansus Angket, Bupati Sudewo Tiba-tiba Nongol di Acara Pramuka

TAGGED:banjir pemalangbpbdpemprov jatengtaj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin
Next Article Kunjungi UKSW, Gibran-Taj Yasin Ngantin Bareng Mahasiswa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

Langkah Keliru Indonesia Memasuki Perang Orang Lain

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Posyandu di Surakarta Buka Layanan Mental Buat Anak Muda

Januari 17, 2026
Info

Libur Nataru, Polda Jateng Kerahkan 28 Ribu Personel

Desember 18, 2025
Info

Natalan Sambil Ingat Bumi

Desember 25, 2025
Daerah

Luthfi Klaim Tak Ada Desa Tertinggal di Jateng

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Sudah Surut, Trauma Belum: Pemprov Fokus Nenangin Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?