Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Ribut soal rencana nambah layer cukai rokok masih hangat. Setelah dikritik koalisi sipil dan diprotes sana-sini, kini giliran DPR angkat suara. Dari Fraksi Golkar, pesan yang disampaikan cukup tegas: layer cukai ini bukan biar rokok makin laris, tapi biar rakyat kecil nggak makin kepepet.

T. Budianto
Last updated: Januari 18, 2026 5:04 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eric Hermawan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SURABAYA- DPR RI Fraksi Partai Golkar menilai penolakan terhadap rencana penambahan lapisan (layer) tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Alih-alih merugikan, kebijakan ini justru disebut sebagai tameng buat petani tembakau dan pelaku usaha rokok skala kecil yang selama ini terhimpit rokok ilegal.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Eric Hermawan mengatakan, penambahan layer cukai adalah langkah strategis yang sifatnya transisi dalam tata kelola fiskal nasional.

“Kebijakan ini bukan semata soal duit negara. Ini soal keadilan. Petani tembakau dan pelaku IKM rokok perlu dilindungi supaya tidak kalah telak oleh rokok ilegal,” ujar Eric, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

Menurut Eric, setidaknya ada tiga tujuan utama dari kebijakan layer cukai. Pertama, menjaga agar petani tembakau dan industri kecil menengah (IKM) rokok tetap bisa bertahan dan beroperasi secara legal. Kedua, mengoptimalkan penerimaan negara secara lebih adil. Ketiga, menekan peredaran rokok ilegal lewat struktur tarif yang lebih realistis.

Ia menjelaskan, dalam kajian ekonomi publik dikenal konsep second-best policy, kebijakan antara yang dipakai ketika skema ideal belum bisa diterapkan sepenuhnya.

“Kalau produsen kecil langsung disuruh masuk tarif tinggi, mereka bukan berhenti produksi, tapi kabur ke jalur ilegal. Negara nggak dapat apa-apa, pekerja kehilangan penghasilan,” tegas wakil rakyat dari Dapil Jatim XI (Bangkalan, Pamekasan, Sumenep dan Sampang) ini.

Dukungan Petani

Dukungan terhadap kebijakan ini, kata Eric, juga datang dari petani tembakau di sejumlah daerah sentra produksi seperti Pamekasan, Sumenep, Pasuruan, Lombok, hingga Temanggung. Mereka berharap ada kepastian kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi daerah.

Eric juga menyinggung dampak fiskal dari rokok ilegal. Menurutnya, rokok ilegal tidak menyumbang apa pun ke kas negara, termasuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) yang selama ini dipakai untuk pembiayaan kesehatan dan layanan publik di daerah.

“Lebih baik penerimaan kecil tapi legal, daripada tarif tinggi tapi uangnya nggak pernah masuk ke negara,” ujarnya. Ia menegaskan, penambahan layer cukai bukan berarti pemerintah mempermudah konsumsi rokok.

Baca juga: Layer Cukai Mau Ditambah, Gappri: Kami Jangan Cuma Jadi Penonton

Kebijakan ini, kata dia, harus dibarengi pengawasan ketat dan perlindungan tenaga kerja di sektor tembakau. “Kesehatan publik tetap penting. Tapi keadilan sosial juga jangan dilupakan. Kebijakan publik harus nyambung dengan realitas masyarakat,” pungkas Eric.

Di tengah ribut-ribut soal layer cukai, satu hal jadi jelas: yang diperdebatkan bukan cuma rokoknya, tapi siapa yang mau dilindungi. Negara, industri besar, atau rakyat kecil yang selama ini cuma kebagian asap dan ketidakpastian. (tebe)

You Might Also Like

Dulu Kayu, Sekarang Beton: Jembatan Persen Gunungpati Naik Kelas

Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Banjir Datang, Pemprov Jamin Kebutuhan Sanitasi Pengungsi

Pesta Gol di GBT! Timnas Indonesia Gasak Taiwan 6-0

TAGGED:antitembakaucukai rokokDPR RIfraksi golkarheadlinemenkeu purbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi dampingi Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon serahkan SK Keraton Solo, Minggu (18/1/2026). Respati Dampingi Menbud Serahkan SK Keraton Solo, Babak Baru Penataan Kasunanan
Next Article Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAK TERDAFTAR BPJS--Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan menjelaskan data kepesertaan BPJS dalam rapat koordinasi di Semarang, Kamis (25/6/2026). (bae)

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Prabowo merombak kabinet dengan mencopot lima menteri, termasuk Sri Mulyani dan Budi Arie. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik, sekaligus melepaskan bayang Jokowi. Publik menanti, apakah reshuffle ini akan bawa perubahan nyata atau sekadar ganti nama. Foto: dok.
Opini

Dari Reshuffle, Prabowo Mulai Lepas Bayang Jokowi, Siapa Masuk Siapa Tersingkir?

September 15, 2025
Info

Jateng Juara Urusan Tanah Wakaf, 73 Persen Sudah Bersertifikat

Juni 16, 2026
Info

“TPS” Muktiharjo Kidul: Dari Gunung Sampah ke Calon Taman

Januari 19, 2026
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat konferensi pers, Kamis (5/3/2026). (ist)
Hukum

Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Naik Penyidikan, Siapa jadi Tersangka?

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?