Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau

Bukan cuma skripsi yang lahir dari kampus. Unwahas sekarang lagi sibuk ngurusin jagung, tepatnya jagung hibrida hasil riset sendiri. Setelah melewati serangkaian uji serius, jagung ini tinggal selangkah lagi buat benar-benar turun ke tangan petani.

T. Budianto
Last updated: Januari 17, 2026 7:23 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
TIM UNWAHAS: Wakil Rektor III Unwahas, Dr Ratih Pratiwi (dua dari kanan) bersama tim berfoto bersama Kepala BRMP Maros Sulawesi Selatan di ruang pameran produk setelah melakukan diskusi. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Unwahas lagi serius ngurusin jagung. Jagung hibrida hasil riset kampus ini sudah masuk tahap akhir pengujian dan tinggal selangkah lagi dilepas ke petani.

Pengujiannya dilakukan di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP) Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan. Di sini, jagung Unwahas diuji adaptasinya di berbagai kondisi lahan sekaligus dicek ketahanannya terhadap penyakit daun.

Jagung yang diuji bukan sekadar coba-coba. Semua parameternya dipantau, mulai dari daya tumbuh, kekuatan tanaman, sampai potensi hasil panen di lapangan.

Baca juga: Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

Kepala BRMP Maros, Amin Nur menyebut, jagung hibrida Unwahas menunjukkan hasil yang menjanjikan. Proses penilaian varietas sedang berjalan dan peluang lolosnya cukup tinggi. “Kami dampingi sampai hasilnya maksimal,” ujarnya.

Jagung ini dirakit langsung oleh tim pemulia Unwahas. Sejumlah dosen terlibat sejak awal perakitan hingga uji lapangan untuk memastikan kualitas benih benar-benar siap dipakai petani.

Ketahanan Penyakit

Wakil Rektor III Unwahas Dr Ratih Pratiwi pada 12-13 Januari 2026 terbang ke Maros. Dia melihat pengujian adaptasi multi lokasi jagung hibrida dan pengujian ketahanan terhadap penyakit daun di BRMP Maros.

Menurut Ratih, Maros dipilih karena standar pengujiannya ketat dan jadi rujukan nasional. Jika lolos di sini, kualitas jagungnya sudah diakui negara. “Kami ingin hasil riset jagung Unwahas punya standar nasional,” katanya.

Baca juga: Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

Target akhirnya jelas, jagung ini bisa segera diproduksi dan didistribusikan. Unwahas ingin benih jagung hibrida ini benar-benar kuat di lapangan dan memberi keuntungan nyata bagi petani, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ke depan, uji tanam lanjutan juga disiapkan di lahan mitra Unwahas. Fokusnya tetap sama, memastikan jagung hasil riset kampus bisa benar-benar turun ke ladang, bukan cuma berhenti di laboratorium. (bae)

You Might Also Like

Undip Bantu UMKM Jabungan Tentukan Harga Jual Produk

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu? Ini Jawaban Ulama

Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

AI Bisa Bedain Biji Kopi Bagus, Unwahas Ajak Petani Ngopi ala Society 5.0

TAGGED:jagungkemendiktisaintekkopertis VIunwahas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pesawat ATR terbang di udara. Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros
Next Article Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Korban Berjatuhan, Diklatsarmil Calon Manajer KDMP Jalan Terus? Kini 5 Peserta Meninggal Dunia

TAK TERDAFTAR BPJS--Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan menjelaskan data kepesertaan BPJS dalam rapat koordinasi di Semarang, Kamis (25/6/2026). (bae)

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Pendidikan

KPK Endus Pungli pada SPMB

Juni 9, 2026
Pendidikan

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

November 19, 2025
Pendidikan

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Oktober 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?