BACAAJA, SEMARANG- PDAM Tirta Moedal Kota Semarang memastikan pengambilan air untuk kebutuhan darurat digratiskan, termasuk bagi Dinas Pemadam Kebakaran yang sedang berjibaku memadamkan api di lapangan.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Hariyadi saat ditemui di kantor PDAM Jalan Kelud Raya, Senin (4/1/2026). Menurutnya, kondisi darurat nggak boleh dipersulit urusan teknis, apalagi soal suplai air.
“Dalam kondisi kebakaran atau keadaan darurat, PDAM siap menyuplai air melalui armada tangki ke lokasi sesuai kebutuhan. Armada Damkar juga bisa mengambil air di terminal air PDAM, salah satunya di wilayah Kudu. Semua itu gratis, lewat anggaran CSR PDAM,” kata Hariyadi.
Baca juga: Penemuan Jenazah di Reservoir Siranda, PDAM Pastikan Air Masih Aman Dikonsumsi
Bukan cuma buat kebakaran. Hariyadi menegaskan, seluruh kegiatan sosial dan kemanusiaan juga masuk daftar layanan gratis. Termasuk saat bencana kekeringan melanda wilayah tertentu di Kota Semarang.
“Kalau kegiatan sosial, kami berikan gratis. Termasuk kalau ada kejadian kekeringan,” lanjutnya. Ke depan, PDAM Tirta Moedal juga ingin memastikan kerja sama lintas instansi makin solid. Dalam waktu dekat, PDAM berencana mengundang Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan pihak terkait untuk duduk bareng dalam rapat koordinasi.
Fokus Utama
Fokus utamanya adalah penataan dan penguatan infrastruktur hidran kota agar selalu siap dipakai saat kondisi darurat. “Nanti akan kami inventarisir semua hidran yang ada. Supaya terawat, mudah diakses, dan benar-benar siap digunakan saat kebakaran,” jelas Hariyadi.
Langkah ini dinilai penting agar proses pemadaman api bisa berjalan lebih cepat, efektif, dan tanpa hambatan teknis di lapangan. Hariyadi menegaskan, PDAM Tirta Moedal berkomitmen menjaga layanan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan berkualitas bagi warga Semarang. Kolaborasi lintas sektor pun akan terus diperkuat demi keselamatan bersama.
Baca juga: Agustina Tinjau Lokasi Kebakaran, Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat
“Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar infrastruktur air bersih dan hidran kota bisa berfungsi optimal,” terangnya.
Sebelumnya, sempat ramai di media sosial soal hidran Damkar yang tertimbun akibat pengecoran jalan. PDAM memastikan hidran tersebut kini sudah berfungsi kembali dan telah dipindahkan beberapa meter dari lokasi awal di depan Polsek Pedurungan. Api boleh datang tanpa undangan, tapi di Semarang air nggak ikut kabur dan kabar baiknya, gratis tanpa banyak tanya. (tebe)


