BACAAJA, LABUAN BAJO – Duka masih menyelimuti Labuan Bajo. Insiden tenggelamnya Kapal Putri Sakinah belum sepenuhnya usai.
Pelatih Valencia asal Spanyol Martin Carreras Fernando dan dua anaknya masih dinyatakan hilang, sementara proses pencarian sudah masuk hari keenam.
Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo De Sicard Escoda, angkat bicara.
Bacaaja: 4 Turis Spanyol Hilang di Pulau Padar, Tim SAR: Mereka Satu Keluarga
Bacaaja: Detik-detik Kronologi Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Tewas di Labuan Bajo
Ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pemerintah Indonesia agar upaya pencarian pelatih Valencia Putri B tetap dilanjutkan sampai jenazah ditemukan.
“Seperti yang Anda ketahui, sebuah keluarga Spanyol telah mengalami tragedi mengerikan antara Pendaratan dan Labuan Bajo akibat tenggelamnya Kapal Putri Sakinah,” ujar Bernardo dalam pernyataan tertulis yang diterima Rabu sore.
Harapan masih menggantung
Bernardo menyampaikan terima kasih kepada seluruh otoritas Indonesia yang telah terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan. Ia menilai upaya yang dilakukan sejauh ini menunjukkan keseriusan dan empati.
Namun, ia menegaskan bahwa keluarga korban masih menaruh harapan besar agar proses pencarian tidak dihentikan.
“Ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan. Setelah guncangan mengerikan yang mereka alami, menemukan jenazah akan memberi sedikit ketenangan,” katanya.
Menurut Bernardo, berdasarkan komunikasi yang dilakukan pihak keluarga dengan Kedutaan Besar Spanyol, pencarian masih memungkinkan untuk terus dilakukan.
Sebelumnya diberitakan, dari insiden tenggelamnya Kapal Putri Sakinah: satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tiga orang lainnya masih hilang, termasuk pelatih Valencia dan dua anaknya
Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dan masih berlangsung di perairan sekitar Labuan Bajo.
Bernardo menutup pernyataannya dengan menyampaikan penghargaan tertinggi kepada Indonesia atas segala upaya yang telah dilakukan.
Tragedi ini jadi pengingat pahit bahwa wisata bahari, seindah apa pun, tetap menyimpan risiko. Dan di balik angka korban, ada keluarga yang masih menunggu kepastian. (*)


