Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Tito menjelaskan bahwa yang benar-benar krusial adalah mobilisasi kekuatan dari pusat sampai daerah. Pemerintah ingin memastikan semua pergerakan langsung nyambung, nggak ribet urusan istilah atau status.

Nugroho P.
Last updated: Desember 2, 2025 11:40 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kenapa banjir bandang besar di Sumatera tidak langsung diputuskan sebagai bencana nasional? Pertanyaan ini ramai banget, dan akhirnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian buka suara. Ia bilang, fokus utama pemerintah bukan pada status, tapi pada aksi cepat di lapangan.

Contents
Aksi Lebih Penting daripada LabelSemua Kementerian Sudah BergerakPertimbangan Nama ‘Bencana Nasional’Risiko Persepsi InternasionalPenanganan Tetap MaksimalKemendagri Punya Agenda LainInsentif untuk Pemda BerprestasiHarapan Daerah Bergerak Bareng

Menurut Tito, sejak hari pertama, semua kementerian, lembaga, sampai aparat di tiga provinsi langsung turun bareng-bareng. Jadi meski label “bencana nasional” tidak dipasang, cara kerjanya sudah sama seperti penanganan berskala nasional.

Aksi Lebih Penting daripada Label

Tito menjelaskan bahwa yang benar-benar krusial adalah mobilisasi kekuatan dari pusat sampai daerah. Pemerintah ingin memastikan semua pergerakan langsung nyambung, nggak ribet urusan istilah atau status.

“Yang penting itu aksinya, bukan statusnya,” tegas Tito saat ditemui di Jakarta.

Semua Kementerian Sudah Bergerak

Ia menambahkan, begitu bencana terjadi, semua instansi terkait langsung mengarahkan personelnya ke tiga wilayah terdampak. Koordinasi intens, bantuan masuk cepat, dan penanganan terus berjalan bergilir dari pusat hingga daerah.

Dengan kondisi begitu, Tito menyebut bahwa Indonesia sebenarnya sudah melakukan mobilisasi nasional, meski tanpa pengumuman resmi status bencana.

Pertimbangan Nama ‘Bencana Nasional’

Tapi kenapa status itu tetap tidak dipilih? Tito bilang, pemakaian istilah “bencana nasional” harus benar-benar hati-hati. Kalau diputuskan, bisa muncul persepsi seolah seluruh Indonesia sedang dalam kondisi darurat.

Ia memberi contoh: Indonesia jauh lebih besar dan kompleks dibanding negara kecil seperti Singapura. Jadi, satu kejadian besar di satu wilayah tidak otomatis harus diberi status nasional.

Risiko Persepsi Internasional

Tito juga menyentuh dampak ke luar negeri. Label bencana nasional bisa memunculkan kekhawatiran internasional, yang akhirnya berdampak buruk pada pariwisata dan mobilitas.

“Orang yang mau ke Bali bisa jadi batal, yang mau ke Labuan Bajo atau Jogja juga bakal mikir ulang,” ujar Tito.
Menurutnya, itu justru bisa merugikan Indonesia di banyak sektor.

Penanganan Tetap Maksimal

Walau tidak berstatus nasional, Tito menegaskan bahwa penanganan lapangan tetap dilakukan habis-habisan. Semua dikerahkan seperti penanganan skala nasional, hanya tanpa label yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

Ia memastikan, pusat tidak tinggal diam dan terus bergerak membantu daerah.

Kemendagri Punya Agenda Lain

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menyebutkan rencana Kemendagri memberi apresiasi kepada daerah berkinerja baik. Tahun 2026, bakal ada hadiah berupa insentif besar untuk pemda yang menunjukkan kinerja unggul.

Total anggaran Rp1 triliun disiapkan untuk mendukung daerah yang berhasil tampil menonjol, mulai dari pengendalian inflasi, pengelolaan sampah, hingga inovasi kebijakan.

Insentif untuk Pemda Berprestasi

Tito menjelaskan bahwa daerah yang mampu menunjukkan performa terbaik akan dapat hadiah Rp5 miliar per daerah, bahkan totalnya bisa mencapai Rp50 miliar.

Mulai Januari tahun depan, Kemendagri sudah mulai menyeleksi daerah yang akan mendapat apresiasi awal dalam pengendalian inflasi.

Harapan Daerah Bergerak Bareng

Bagi Tito, kemajuan Indonesia hanya bisa terjadi kalau pemerintah pusat dan daerah bergerak seiring. Ia berharap insentif ini bisa memacu kompetisi sehat antar daerah.

“Kalau semua gerak bareng, full speed, kita bisa maju sama-sama,” kata Tito.

Jadi, alasan banjir bandang Sumatera tidak disebut sebagai bencana nasional adalah murni soal pertimbangan strategis. Pemerintah memilih fokus pada penanganan, bukan label, dan menghindari dampak negatif yang bisa muncul secara nasional maupun internasional.

You Might Also Like

Walhi Ungkap Akar Masalah Banjir Jateng, Tata Ruang Semrawut Banget

Jam Richard Mille Rp11,7 M Milik Sahroni Balik Lagi, Warga Ngaku Bingung Cara Pakainya

Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Dukungan Meluas, Bantuan Besar Mengalir dari Yayasan Yudhoyono untuk Pandanarum Bangkit

DPR Gak Mau Main-main: Tanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat, Potong Tunjangan & Stop Kunker Luar Negeri

TAGGED:banjir bandangbencanaMendagri Tito Karnavianmenteri dalam negeri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh. Wakil Ketua DPRD M Saleh Dorong Jateng Gaspol Fasilitasi Ekosistem Industri Hijau
Next Article Ilustrasi banjir dan longsor. Sedih! Korban Tewas Banjir Sumatera Terus Bertmbah, Tembus 631 Jiwa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Para Menteri, Wakil Menteri dan sejumlah Kepala Lembaga Pemerintah yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (17/9/2025). Foto: dok/biropers)
Nasional

Prabowo Reshuffle Lagi! Erick Thohir Pindah Haluan Dari Menteri BUMN ke Menpora

September 17, 2025
BERI KETERANGAN: Bupati Pati, Sudewo memberi keterangan pers menanggapi aksi demonstrasi di kantornya, pertengahan Agustus tahun lalu. (Foto: Ist)
Daerah

Ini Perintah Mendagri Kepada Bupati Pati Sudewo

Agustus 19, 2025
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah) menggandeng dua kubu PPP Mardiono dan Agus Suparmanto serta Taj Yasin Maemun yang sebelumnya saling bertikai dalam Muktamar X PPP. Foto: dok/humas
Nasional

PPP Akhirnya Rukun Lagi Setelah Drama Lempar-lemparan Kursi

Oktober 7, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengikuti pertemuan dengan sejumlah tokoh yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin (1/9/2025). Foto: dok.
Nasional

Puan Maharani Ikut Dialog Bareng Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa, Janji DPR Lebih Buka Diri dan Kerja Bareng Pemerintah

September 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?