BACAAJA, JAKARTA – Kabar soal mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, balik lagi dipanggil KPK mulai rame jadi perbincangan. Lembaga antirasuah itu buka suara kalau pemanggilan ini nyambung dengan penyidikan kasus dugaan suap proyek jalur kereta di DJKA Kemenhub.
Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, bilang pemanggilan akan dilakukan setelah semua klaster kasus dirapikan. Mulai dari Semarang, Solo, sampai Lampegan Cianjur yang sudah kelar ditangani.
Asep juga ngasih sinyal kalau pemeriksaan Budi Karya bisa berlangsung berkali-kali. Alasannya, posisi top manager biasanya terhubung ke banyak klaster kasus.
Menurut Asep, pemanggilan ini bukan cuma soal satu proyek, tapi rangkaian panjang perkara yang saling terkait.
Riwayat Pemeriksaan Budi Karya
Budi Karya ternyata bukan pertama kali bersinggungan dengan kasus ini. KPK pernah memeriksanya pada 26 Juli 2023 sebagai saksi.
Kasus ini awalnya kebongkar gara-gara OTT di Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah pada April 2023. Lokasinya kini sudah resmi berganti nama jadi BTP Kelas I Semarang.
Setelah OTT itu, KPK langsung menetapkan 10 tersangka yang kemudian terus bertambah hingga jadi 17 orang pada Agustus 2025.
Tak cuma individu, dua korporasi juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.
Rangkaian Tersangka yang Kian Memanjang
Nama-nama tersangka dalam kasus ini lumayan panjang. Beberapa di antaranya adalah pimpinan perusahaan, PPK, sampai para ketua pokja yang terlibat dalam proyek rel.
Ada Direktur PT Istana Putra Agung, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma, hingga Direktur Utama PT KA Properti Manajemen.
Selain itu, beberapa pejabat BTP, PPK dari berbagai wilayah, serta ketua pokja proyek jalur ganda juga ikut masuk daftar tersangka.
Kasus ini termasuk salah satu penyidikan terbesar karena menyentuh banyak wilayah: Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.
Peta Besar Kasus DJKA
Penyidikan kasus ini mencakup banyak proyek penting: jalur ganda Solo Balapan–Kalioso, pembangunan rel di Makassar, hingga perbaikan perlintasan di Jawa–Sumatera.
Modus yang dicurigai yaitu pengaturan pemenang proyek sejak proses administrasi hingga pemenangan tender.
Penyidik menduga ada rekayasa yang sudah terstruktur, bukan peristiwa tunggal.
KPK mengatakan penyidikan masih terus berkembang, dan setiap klaster yang selesai akan membuka pintu ke pemeriksaan berikutnya.
Menunggu Babak Selanjutnya
Dengan pemanggilan kembali terhadap Budi Karya, publik menunggu apakah pemeriksaan kali ini bakal membuka data baru.
KPK menegaskan kalau top manager biasanya akan dipanggil beberapa kali, karena keterangannya dibutuhkan untuk setiap klaster.
Meski belum ada tanggal pasti, sinyal pemanggilan sudah jelas disampaikan Asep.
Kasus yang sudah berjalan lebih dari dua tahun ini jadi salah satu yang paling rumit dalam sektor perkeretaapian.
Setiap perkembangan baru langsung menyita perhatian banyak pihak, terutama karena skala proyek yang cukup besar di beberapa daerah.
KPK memastikan semua rangkaian penyidikan akan dijalankan setransparan mungkin.
Publik kini menunggu apakah pemanggilan Budi Karya bakal jadi titik balik baru dalam kasus mega proyek DJKA.
Untuk sementara, rangkaian penyidikan masih terus disusun, dan pemanggilan saksi baru bakal menentukan arah kasus ini ke depan. (*)

