BACAAJA, BANYUMAS- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan penandatanganan kerja sama dengan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto serta RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk mewujudkan program Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).
Agenda yang digelar di RSUD Margono, Kabupaten Banyumas, Selasa (18/11), ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Sumarno menjelaskan bahwa RSPPU menjadi harapan baru untuk menyelesaikan masalah klasik kurangnya dokter spesialis di berbagai daerah. Konsep hospital base, alias pendidikan yang langsung diselenggarakan di rumah sakit, dinilai lebih praktis dan lebih terjangkau dibanding sistem sebelumnya yang university base.
“Dengan konsep hospital base, kesempatan menjadi dokter spesialis jadi lebih mudah. Tidak semahal dan tidak sesulit sistem lama,” tutur Sumarno.
Peluang Besar
Ia menambahkan, skema ini menjadi peluang besar bagi rumah sakit daerah yang selama ini kekurangan tenaga spesialis. Melalui RSPPU, Jawa Tengah diharapkan mampu menghasilkan lebih banyak dokter yang bisa memenuhi kebutuhan hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia membutuhkan ribuan dokter spesialis untuk populasi 280 juta jiwa. RSPPU disebut sebagai jalur paling realistis untuk menutup kekurangan itu, terutama di rumah sakit daerah.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga groundbreaking pembangunan gedung VIP 7 lantai di RSUD Margono sebagai bagian dari peningkatan pelayanan. Budi mengingatkan agar pembangunan memperhatikan tata kelola, infrastruktur, dan fungsi bangunan agar pelayanan optimal.
Kalau RSPPU benar-benar lancar, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi antrean pasien di daerah jadi lebih cepat karena dokternya akhirnya… ada. Semoga aja konsep hospital base ini nggak cuma base doang tanpa “hospital”-nya. (tebe)


