Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara

Skandal mega korupsi proyek Whoosh era Jokowi gak main-main. Gilaaa bener. Tanah negara jadi ladang mark up dan korupsi.

R. Izra
Last updated: November 15, 2025 9:55 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Geblek bener! Tanah negara untuk proyek negara, tapi dihargai kayak pembebasan lahan milik swasta.

Proyek kereta cepat Whoosh yang dulu digadang-gadang jadi simbol kemajuan era Jokowi, sekarang malah disorot karena dugaan korupsi dan mark up gila-gilaan.

Yep, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi nyelidikin kasus yang diduga ngerugiin negara triliunan rupiah —termasuk soal tanah milik negara yang entah gimana bisa dijual lagi ke negara sendiri.

“Harusnya itu tanah negara. Tapi malah dijual lagi ke negara. Dan harganya pun jauh di atas harga wajar,” kata Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Senin (10/11).

Tanah Negara Jadi Ladang Korupsi

KPK nemuin kejanggalan di proyek pembebasan lahan kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

Harusnya, karena itu proyek nasional, negara nggak perlu bayar apa pun buat lahan milik negara. Tapi kenyataannya, oknum-oknum tertentu justru “jual” lahan itu lagi ke pemerintah dengan harga mark up.

Bayangin aja, harga yang seharusnya Rp 10 bisa tiba-tiba jadi Rp 100. “Kalau udah kayak gini, negara rugi besar. Uangnya harus dikembalikan,” tegas Asep.

KPK juga lagi nyisir lokasi-lokasi yang dicurigai jadi ajang permainan harga — mulai dari Halim sampai wilayah sekitar Bandung.

Masalah ini bukan cuma soal tanah. Mark up proyek Whoosh juga udah lama dicurigai.

Bahkan, mantan Menko Polhukam Mahfud MD pernah ngasih data mencengangkan lewat kanal YouTube-nya.

Katanya, biaya pembangunan per kilometer di Indonesia bisa tiga kali lipat dibanding di Tiongkok.

“Di China cuma 17–18 juta dolar AS per kilometer. Di Indonesia? 52 juta dolar. Naik tiga kali lipat. Siapa yang naikin? Uangnya ke mana?” ujar Mahfud.

Bayang Jokowi

Siapa pun tahu, Whoosh adalah proyek andalan Jokowi. Dari awal, ia pasang badan buat ngegas proyek ini meski sempat dikritik karena pembengkakan biaya, utang ke China, dan pembebasan lahan yang ribet.

Kini, ketika KPK mulai buka-bukaan soal dugaan korupsi dan tanah negara yang “dijual ulang”, pertanyaannya muncul:

Apakah ini cuma ulah oknum di lapangan, atau ada masalah sistemik dari cara proyek ini dirancang sejak awal?

Yang jelas, proyek yang dulu diklaim jadi simbol kebanggaan dan kemajuan bangsa, sekarang malah jadi simbol betapa rawannya ambisi politik tanpa pengawasan yang kuat.

KPK udah ngasih peringatan tegas. Siapa pun yang terlibat dalam penggelembungan harga atau permainan tanah diminta ngembaliin duit hasil markup.

“Kalau pembayarannya wajar, nggak akan kami perkarakan. Tapi kalau mark up dan tanahnya bukan miliknya, itu kami kejar,” tegas Asep lagi.

Proyek Whoosh dulunya digembar-gemborin sebagai bukti “Indonesia bisa.” Tapi sekarang, kasusnya malah nunjukin sisi gelap pembangunan: proyek besar, duit besar, dan godaan korupsi juga besar. (*)

You Might Also Like

Suka Ngabuburit di Rel Kereta? Itu Nggak Asik, Bahaya dan Terancam Dipenjara

Tawuran Viral, 20 Siswa Langsung Dipulangkan

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Rusia Pamer Otot Nuklir Lewat Video Call

Respati Kenang Ki Anom Suroto, Jingle ‘Solo Berseri’ Siap Jadi Soundtrack Kota Surakarta

TAGGED:headlinejokowikorupsiKPKskandal kereta cepatwhoosh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengasuh Ponpes Santri Ndalan Nusantara, Gus Huda, dinilai berperan besar ngedorong KH Soleh Darat jadi Pahlawan Nasional. Dorong Kiai Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Gus Huda Dapat Penghargaan
Next Article Lelaki Miskin, Kenapa Lagi?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Tips Gas Pulang Kampung Naik Motor, Aman Sampai Tujuan

Maret 3, 2026
Info

Cerita Sampah yang Malah Bikin Untung di Bulusan

Juni 2, 2026
Videografer profil desa Amsal Sitepu menangis bahagia setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (1/4/2026).
Hukum

Tangis Happy Ending Amsal Sitepu, Hakim Tipikor Vonis Bebas Videografer Profil Desa

April 1, 2026
Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari usai bersaksi di sidang Mbak Ita dan Alwin di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3062025). (bae)
Unik

Mbak Ita Geleng-geleng Kepala saat Iin Singgung Kemungkinan Eks Wali Kota Cemburu

Juli 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Skandal Whoosh Warisan Era Jokowi, KPK Cium Korupsi Tanah Negara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?