Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Antasari Azhar Pergi, Jejak Tegasnya di KPK Tetap Hidup
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Antasari Azhar Pergi, Jejak Tegasnya di KPK Tetap Hidup

Bagi banyak orang, Antasari bukan sekadar mantan pejabat. Ia simbol perjalanan keras dunia hukum Indonesia, yang pernah jatuh dan bangkit lagi.

Nugroho P.
Last updated: November 8, 2025 7:46 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Antasari Azhar
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia hukum Indonesia. Sabtu sore, 8 November 2025, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, tutup usia di umur 72 tahun.

Kabar kepergiannya cepat beredar, membuat banyak pihak terhenyak. Sosok yang pernah jadi simbol ketegasan di masa awal berdirinya KPK itu berpulang dengan meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran.

Kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, jadi salah satu yang pertama mengonfirmasi berita duka itu. Ia menyebut jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Asy Syarif, Serpong, Tangerang Selatan, selepas salat Asar.

“Benar, saya sudah mendapat konfirmasi dari pengurus masjid dan rekan-rekan jaksa. Salat jenazah Pak Antasari akan dilaksanakan ba’da Asar,” kata Boyamin lewat sambungan telepon.

Ia juga meminta masyarakat untuk mendoakan dan memaafkan almarhum. “Semoga beliau diampuni, diterima amal ibadahnya, dan keluarga diberi ketabahan,” ujarnya dengan nada haru.

Antasari Azhar bukan nama asing di dunia hukum. Sebelum memimpin KPK, ia dikenal sebagai jaksa senior yang berani dan vokal terhadap kasus-kasus besar. Ketegasannya membuatnya disegani sekaligus menuai kontroversi.

Masa jabatannya di KPK pada 2007–2009 menjadi salah satu periode paling panas dalam sejarah lembaga antirasuah itu. Di bawah kepemimpinannya, banyak kasus besar terbongkar dan tokoh-tokoh penting harus berhadapan dengan hukum.

Namun, perjalanan hidupnya tak selalu mulus. Kasus hukum yang menjeratnya sempat mengguncang publik. Tapi setelah menjalani masa sulit itu, Antasari tetap memilih hidup tenang dan menjauh dari sorotan kamera.

Beberapa tahun terakhir, ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Sesekali ia muncul di acara diskusi hukum atau wawancara, berbicara dengan nada bijak tentang arti keadilan dan kesabaran.

“Setiap manusia punya masa naik dan turun. Yang penting, kita tetap pegang prinsip,” ucapnya dalam salah satu wawancara televisi beberapa tahun lalu — kalimat yang kini terasa penuh makna setelah kepergiannya.

Di mata rekan sejawat, Antasari adalah sosok yang lugas dan tak mudah goyah oleh tekanan. Bahkan ketika situasi berbalik melawannya, ia tetap memilih diam dan menjalani proses hukum dengan kepala tegak.

Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi yang keras pada prinsip tapi lembut pada pertemanan. Tak sedikit mantan koleganya di KPK mengirimkan ucapan duka melalui media sosial, menyebutnya “pejuang hukum yang tak takut badai.”

Kepergian Antasari meninggalkan kesan mendalam di kalangan penegak hukum. Sebagian menyebutnya sebagai pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan selalu sementara, tapi integritas akan terus diingat.

Di Masjid Asy Syarif, suasana duka terasa sejak siang. Para pelayat berdatangan, beberapa di antaranya mantan rekan kerja, sahabat lama, dan warga sekitar yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Lantunan doa dan ayat suci bergema, mengiringi prosesi sederhana tapi penuh khidmat. Tak ada kemewahan, hanya ketenangan dan air mata yang menetes pelan.

Boyamin sempat menuturkan bahwa Antasari meninggal dengan tenang, tanpa rasa sakit berkepanjangan. “Beliau berpulang dalam keadaan baik, keluarga semua hadir,” katanya singkat.

Di luar masjid, beberapa wartawan menunggu untuk meliput suasana pemakaman. Tapi suasana tetap tertib dan penuh hormat. Tak ada keramaian berlebihan — hanya rasa kehilangan yang begitu terasa.

Bagi banyak orang, Antasari bukan sekadar mantan pejabat. Ia simbol perjalanan keras dunia hukum Indonesia, yang pernah jatuh dan bangkit lagi.

Kini, nama itu kembali disebut — bukan karena kasus, tapi karena kepergian seorang tokoh yang jejaknya pernah mengguncang negeri ini.

Antasari Azhar telah pergi, tapi kisah ketegasan dan perjuangannya masih akan diceritakan. Dalam setiap pembicaraan tentang keadilan, mungkin namanya akan terus ikut disebut: sosok yang sempat jatuh, tapi tak pernah benar-benar hilang. (*)

You Might Also Like

Bupati Brebes Digugat Mantan Bakal Calon Wakil Bupati

Tim KKN-T Undip 21 Dorong Petani Gedong Ciptakan Produk Inovasi Kopi

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Tedjowulan Tegaskan Tahta Keraton Solo Masih ‘On Hold’

Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

TAGGED:antasariantasari azharKPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semangat Kampung Bangkit, Tarkam Purbalingga Bikin GOR Serasa Pesta
Next Article Ilustrasi jenazah korban. Cemburu Buta Berujung Tragis, Pria Dibakar Pasutri di Madura

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Siswa SMA 1 Sultan Agung Semarang berpose bersama Mr. Suegul Jin yang datang dari Korea dalam rangka belajar bahasa korea melalui aplikasi KoreanMate. Foto: Fahmi
Pendidikan

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

Agustus 20, 2025
Info

Jateng Media Summit 2026: Jadi Ajang Media Lokal “Reset Arah”

Mei 22, 2026
Info

Baru April, Jateng Sudah Didera 162 Bencana

April 22, 2026
Info

Cek Pos Mudik, Kapolrestabes Semarang: Polisi Harus Terasa, Bukan Sekadar Ada

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Antasari Azhar Pergi, Jejak Tegasnya di KPK Tetap Hidup
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?