Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penasaran? Ini Profil KGPA Tedjowulan, Plt Raja Keraton Solo
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Penasaran? Ini Profil KGPA Tedjowulan, Plt Raja Keraton Solo

Tedjowulan sendiri bukan sosok baru di jagat Keraton Solo. Ia lahir di Surakarta, 3 Agustus 1954, dengan nama kecil Soerjo Soetedjo. Putra kelima dari Pakubuwono XII ini kini berusia 71 tahun dan dikenal luas di kalangan pemerhati budaya Jawa.

Nugroho P.
Last updated: November 6, 2025 3:26 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
KGPA Tedjowulan.
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA – Setelah kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, suasana duka di Keraton Solo seketika berubah jadi babak baru soal siapa yang bakal melanjutkan tahta. Di tengah kabar Gusti Purbaya yang mengikrarkan diri sebagai PB XIV, muncul sosok lain yang tak kalah penting: KGPA Tedjowulan.

Nama Tedjowulan mungkin sudah lama dikenal publik Solo. Tapi kali ini, perannya jadi sorotan setelah dirinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Langkah itu bukan tanpa dasar. Bambang Ary Wibowo, juru bicara Tedjowulan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena Tedjowulan adalah adik kandung PB XIII sekaligus Maha Menteri — jabatan tertinggi kedua setelah raja.

Selain itu, posisinya juga diperkuat oleh Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430 Tahun 2017, yang menegaskan bahwa PB XIII menjalankan keraton bersama Tedjowulan sebagai penghubung antara keraton dan pemerintah.

“Dengan dasar inilah beliau kini menjalankan tugasnya sebagai pelaksana harian atau Plt Keraton Surakarta,” ujar Bambang.

Tedjowulan sendiri bukan sosok baru di jagat Keraton Solo. Ia lahir di Surakarta, 3 Agustus 1954, dengan nama kecil Soerjo Soetedjo. Putra kelima dari Pakubuwono XII ini kini berusia 71 tahun dan dikenal luas di kalangan pemerhati budaya Jawa.

Sebelum aktif di lingkungan keraton, ia sempat berkarier di dunia militer. Ia adalah purnawirawan TNI AD berpangkat Kolonel Infanteri, dengan pengalaman bertugas di Kodam Siliwangi dan Mabes TNI Jakarta.

Setelah pensiun, Tedjowulan lebih banyak berkiprah di bidang budaya dan adat. Sebagai Maha Menteri, ia dikenal tegas tapi tetap mengutamakan harmoni, dua hal yang penting dalam menjaga keseimbangan di lingkungan keraton.

Namun, perjalanan kariernya tak lepas dari dinamika panjang. Pasca wafatnya PB XII pada 2004, keraton sempat terbelah dua. Tedjowulan dan kakaknya, KGPH Hangabehi, sama-sama dinobatkan sebagai PB XIII oleh dua kelompok pendukung berbeda.

Situasi itu menciptakan dualisme kepemimpinan selama delapan tahun. Barulah pada 2012, setelah rekonsiliasi besar yang melibatkan pemerintah, Hangabehi ditetapkan sebagai PB XIII, sementara Tedjowulan menjadi Maha Menteri.

Sejak saat itu, hubungan keduanya mulai cair. Tedjowulan kerap tampil dalam acara adat dan menjadi tangan kanan PB XIII dalam urusan pemerintahan maupun komunikasi dengan pihak luar.

Kini, setelah PB XIII wafat, ia kembali berada di tengah pusaran tanggung jawab besar. Bukan untuk merebut tahta, tapi untuk memastikan roda kepemimpinan tetap berjalan tanpa kisruh.

“Beliau tidak bicara soal siapa yang berhak jadi raja. Mandat ini administratif, bukan perebutan kekuasaan,” tegas Bambang lagi.

Tedjowulan sendiri menilai, pengangkatan raja baru sebaiknya dilakukan lewat musyawarah keluarga besar keraton, bukan deklarasi sepihak.

“Keraton ini milik seluruh trah PB I sampai PB XIII. Jadi harus disepakati bersama, bukan hanya satu pihak,” katanya.

Ia juga menyayangkan langkah Gusti Purbaya yang mendeklarasikan diri sebagai PB XIV di hadapan jenazah ayahandanya. “Ini belum 40 hari, bahkan jenazah belum diberangkatkan, kok sudah diikrarkan. Itu sangat disayangkan,” ujarnya.

Saat prosesi adat digelar di dalam keraton, Tedjowulan memilih menunggu di Loji Gandrung, tempat persemayaman terakhir PB XIII. Keputusan itu disebutnya sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak muncul gesekan baru.

Bagi Tedjowulan, menjaga ketenangan di masa duka jauh lebih penting daripada memperdebatkan siapa yang paling berhak atas mahkota. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah punya dasar hukum untuk memastikan stabilitas di lingkungan keraton.

“Kalau terus ribut, nanti bisa diambil alih pemerintah. Saya hadir untuk menjaga ketertiban dan menjembatani komunikasi,” kata Tedjowulan.

Sikapnya yang kalem tapi tegas ini membuatnya dihormati banyak pihak. Di tengah tarik-menarik dua kutub kekuasaan, Tedjowulan tampil seperti penengah yang mengutamakan kedamaian.

Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk suksesi ini, peran Tedjowulan bukan hanya soal jabatan, tapi juga tentang menjaga satu hal yang lebih berharga dari tahta — keutuhan dan marwah Keraton Surakarta itu sendiri. (*)

You Might Also Like

Harapan Petani Tambak Semarang Pupus, ‘Mati’ Bersama Ratusan Ribu Bandeng Yang Bertumbangan

Real-World Examples of Artificial Intelligence at Work

Dua Mahasiswa Undip Penyandera Intel Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Ini

BEM Undip Ungkap Kondisi Munas di Padang Tak Kondusif, ‘Disusupi’ Pejabat hingga BIN

Lorong Pocong dan Boneka Gantung, Menyibak Museum Santet

TAGGED:KGPA Tedjowulan.kraton soloplt raja solopurbayaraja soloSolo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Dapur Bergizi Polres Banjarnegara, Langkah Kecil untuk Mimpi Besar
Next Article Mengintip Dapur Sekolah India, Bagus Mana Sama MBG-nya Indonesia?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kerusakan Jalan Pascabanjir di Silayur Langsung Diperbaiki

556 KK Terdampak Banjir Ngaliyan-Tugu

TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

Rupiah Melemah Makin Nyungsep di ‘Kaki’ USD, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar

KORBAN BANJIR--Tim gabungan mengevakuasi korban hanyut banjir Semarang, Sabtu (16/5/2026). (ist)

Nasib Tragis Maryam, Lansia Semarang Tewas Terseret Banjir Imbas Tanggul Mangkang Jebol

Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Truk melintas di Jalan Gatot Subroto, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang sedang dalam perbaikan, Kamis (16/4/2026).
Unik

Jalan Gatot Subroto Ungaran Mulai Diperbaiki, Warga: Jangan Setengah-setengah Dong!

April 16, 2026
Unik

Waspada Tsunami, BMKG Imbau Warga Jauhi Pantai hingga Sore Hari

Juli 30, 2025
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Unik

Pemilu 2029 Hanya Memilih DPR, DPD dan Presiden/Wakil Presiden

Juni 27, 2025
Viral

Rapat Belum Kelar, Asap Rokok dan Game Keburu Viral Dulu, Nah Loh…

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penasaran? Ini Profil KGPA Tedjowulan, Plt Raja Keraton Solo
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?