Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rakyat Kena Prank! Uya Kuya Lolos, Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Cuma Berhenti Sementara!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Rakyat Kena Prank! Uya Kuya Lolos, Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Cuma Berhenti Sementara!

Uya Kuya lolos dari sanksi. Sedangkan, Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Patrio dikenai sanksi pemberhentian sementara. Ingat, sementara!

R. Izra
Last updated: November 9, 2025 3:14 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Empat anggota DPR RI yang pernah nyulut amarah rakyat, ngalami beda nasib, setelah sempat dinonaktifkan oleh partai masing-masing.

Contents
Hukuman Berbeda Tiap AnggotaAwal Masalah: Joget DPR dan Isu Naik Gaji

Mereka, Sahroni dan Nafa Urbach dari Nasdem; Uya Kuya dan Eko Patrio dari PAN.

Tiga anggota DPR nonaktif akhirnya dijatuhi sanksi oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Mereka adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi Nasdem, serta Eko Patrio dari Fraksi PAN.

Ketiganya terbukti melanggar kode etik DPR dan dihukum nonaktif sementara tanpa gaji maupun tunjangan.

Sementara Uya Kuya (PAN), dinyatakan tidak bersalah alias lolos dari sanski.

Uya pun kini kembali aktif sebagai anggota DPR RI.

Putusan dibacakan dalam sidang MKD di Senayan, Rabu (5/11/2025), setelah pemeriksaan maraton saksi dan ahli di awal pekan.

Hukuman Berbeda Tiap Anggota

Wakil Ketua MKD Adang Daradjatun menjelaskan, masing-masing teradu dijatuhi sanksi dengan durasi berbeda:

  • Nafa Urbach: nonaktif 3 bulan

  • Eko Patrio: nonaktif 4 bulan

  • Ahmad Sahroni: nonaktif 6 bulan, hukuman paling berat

Selama masa penonaktifan, ketiganya tidak menerima hak keuangan apa pun.

Awal Masalah: Joget DPR dan Isu Naik Gaji

Kasus ini bermula dari video anggota DPR yang berjoget, yang kemudian disalahartikan publik sebagai selebrasi kenaikan gaji.
Isu itu viral dan memicu kemarahan netizen, hingga MKD turun tangan memeriksa.

Wakil Ketua MKD Imran Amin bilang, Nafa dan Eko sebenarnya tidak bermaksud menghina publik, tapi dinilai kurang sensitif terhadap situasi.

“Harusnya lebih hati-hati dan peka,” kata Imran.

Untuk Eko, MKD menilai unggahan video parodi “horeg” setelah heboh joget justru memperkeruh suasana.
Sedangkan Sahroni dianggap terlalu reaktif dalam pernyataannya di media, hingga menimbulkan kesan arogan.

Meski begitu, MKD juga menilai ketiganya ikut jadi korban hoaks dan perundungan publik. Rumah Sahroni dan Eko bahkan sempat dijarah massa.

Menanggapi putusan, Sahroni bilang dirinya menerima dengan lapang dada.

“Ini jadi pelajaran penting buat saya untuk lebih hati-hati dan lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Baik Eko maupun Nafa belum memberikan komentar. Keduanya langsung meninggalkan ruang sidang usai putusan dibacakan. (*)

You Might Also Like

Kereta Petani–Pedagang: Jalan Tengah Membangun Ekonomi Desa dan Menekan Urbanisasi

Cuma Rp3 Juta Udah ‘Super Kaya’? Kemensos Bikin Netizen Auto Minder & Ngakak

Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan

Korban Berjatuhan, Diklatsarmil Calon Manajer KDMP Jalan Terus? Kini 5 Peserta Meninggal Dunia

TAGGED:Eko Patrioheadlinenafa urbachsahronisanksi anggota dprUya Kuya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pembukaan Akademi Driver ke Jepang oleh JIDS bareng LPK Hiro dan LPK Kamisora. Gaji Driver di Jepang Tembus Rp50 Juta! JIDS Gandeng LPK Hiro & Kamisora Buka Akademi
Next Article Pompa Jumbo Siap Nyedot Genangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jelang Kemarau, Produksi Padi Jateng Sudah Tembus 6,69 Juta Ton

Juni 25, 2026
Daerah

Jelang MTQ Nasional, Agustina “Sowan Tour” ke Ulama

April 2, 2026
Anak-anak di Aceh Tamiang bersemangat menerima bantuan dari Pemkab Temanggung. Para siswa kembali bersemangat masuk sekolah.
Info

Temanggung Ikut Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang, Kadisdik: Bikin Kami Bangkit Lagi!

Januari 27, 2026
Unik

Mendagri: Stop Flexing, Tunda Dulu Perjalanan ke Luar Negeri & Acara Gaya-Gayaan

September 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rakyat Kena Prank! Uya Kuya Lolos, Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Cuma Berhenti Sementara!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?