Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rumah Pensiun Jokowi Rp 200 Miliar Lebih: Angkanya Nggak Wajar, Harus Diaudit!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Rumah Pensiun Jokowi Rp 200 Miliar Lebih: Angkanya Nggak Wajar, Harus Diaudit!

Pengamat politik menilai ada aroma 'busuk' di balik rumah pensiun Jokowi di Colomadu, yang nilainya mencapai Rp 200 miliar lebih.

R. Izra
Last updated: November 3, 2025 11:27 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Proyek pembangunan rumah pensiun mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, lagi ramai banget diperbincangkan.

Alasannya? Nilai proyeknya disebut tembus ratusan miliar rupiah, dan banyak yang ngerasa angkanya nggak masuk akal.

Pemerhati politik dan kebangsaan M. Rizal Fadillah buka suara. Menurut dia, pembangunan rumah pensiun Jokowi ini perlu diaudit karena berpotensi menyalahi aturan dan membuka peluang penyalahgunaan dana publik.

“Presiden SBY cuma dapat tanah 1.500 meter persegi di Jakarta, presiden sebelumnya malah cuma dikasih dalam bentuk uang. Tapi Jokowi? Nilainya melonjak jauh banget,” kata Rizal, Minggu (26/10/2025).

Aturan Lama Dihapus, Pembiayaan Jadi ‘Tanpa Batas’

Rizal nyoroti aturan soal rumah pensiun yang sebelumnya diatur lewat Keppres Nomor 81 Tahun 2004 — di situ, batas maksimal pembiayaan rumah pensiun cuma Rp20 miliar.
Tapi, aturan itu disebut “dihapus secara halus” lewat Permenkeu Nomor 120/PMK.06/2022 yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Aturan baru ini bikin pembiayaan bisa tanpa batas. APBN bisa keluar berapa aja, asal sesuai dengan luas tanah di regulasi. Ini jelas rawan disalahgunakan,” tegas Rizal.

Rumah pensiun Jokowi dibangun di atas tanah seluas 12.000 meter persegi di Jalan Adi Sucipto, Colomadu.
Harga tanah di area itu diperkirakan Rp15–17 juta per meter persegi, artinya nilai lahannya aja udah sekitar Rp120 miliar.

“Itu baru tanahnya. Kalau ditambah bangunan dan fasilitas, bisa tembus Rp200 miliar,” kata Rizal.

Ia juga curiga karena ada perubahan luas lahan — dari awalnya 9.000 meter persegi jadi 12.000 meter persegi. “Prosesnya nggak transparan. Bahkan kepala desa aja nggak tahu siapa penjual lahannya,” ujarnya.

Rizal mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buat turun tangan.

“Jangan sampai proyek yang katanya ‘hadiah negara’ malah jadi ladang pemborosan APBN. Publik berhak tahu berapa uang negara yang keluar dan gimana prosesnya,” katanya.

Ia juga menuding ada peran pejabat tinggi di balik proyek ini, termasuk Sri Mulyani dan Mensesneg Pratikno.

“Sri Mulyani bikin aturan yang longgar, Pratikno jalankan proyeknya. Ini kayak proyek istimewa yang disiapin khusus,” ucap Rizal.

Proyek Dikerjakan Tanpa Lelang?

Pembangunan rumah Jokowi disebut dikerjakan PT Tunas Jaya Sanur, perusahaan konstruksi asal Bali. Rizal mempertanyakan kenapa proyek sebesar itu nggak lewat lelang terbuka.

“Kalau nilainya ratusan miliar, mestinya lelang dong. Tapi ini malah penunjukan langsung,” katanya.

Menurut Rizal, hal ini bikin proyek jadi terkesan “gelap” dan jauh dari prinsip transparansi publik.

“Kalau benar nilainya sampai Rp200 miliar, ini bukan hadiah, tapi potensi penyimpangan besar-besaran,” tegasnya.

Rizal juga menyinggung soal gaya hidup sederhana yang sering digaungkan Jokowi. “Selama menjabat, beliau selalu bicara soal kesederhanaan. Tapi rumah pensiunnya justru mewah luar biasa. Ini kontras banget,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan seruan tegas, “BPK harus audit, KPK harus turun tangan. Kalau proyek ini dibiarkan tanpa pengawasan, rakyat bisa makin hilang kepercayaan pada pemerintah.” (*)

You Might Also Like

Jelang MTQ Nasional, Agustina Gembleng Satlinmas

Ya Ampun, Ini Doktor Hukum yang Bikin Kaget!

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan

Tips Memilih Hewan Kurban Idul Adha 2025, Jangan Sampai Salah

Tiga Kebiasaan Sepele yang Bikin Saraf Kejepit

TAGGED:headlinekorupsiM Rizal Fadillahmarkup anggaranpemerhati politik dan kebangsaanpengamat politikrumah pensiun jokowi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lagi Cari Jodoh? Cilacap Sehari Ada 30 Janda Baru
Next Article Rekor Nama Terpanjang Dunia, Bikin Petugas Pusing Tujuh Keliling

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Juli 3, 2026
Info

Sejumlah PLTU Jateng Masuk Daftar “Paling Bahaya”

Mei 18, 2026
Ekonomi

Luthfi Minta Tiap Daerah Punya Ekonomi Kreatif Unggulan

Juni 10, 2026
Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)
Hukum

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Februari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rumah Pensiun Jokowi Rp 200 Miliar Lebih: Angkanya Nggak Wajar, Harus Diaudit!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?