Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Bahasa ala Santri, Ini Deretan Istilah Khas di Pesantren
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Bahasa ala Santri, Ini Deretan Istilah Khas di Pesantren

Bahasa di pesantren bukan cuma alat komunikasi, tapi juga jembatan nilai-nilai—tentang ilmu, adab, dan kebersamaan. Karena di balik setiap kata, tersimpan cerita tentang perjuangan menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 16, 2025 12:57 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi santri sedang mengaji.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kalau kamu pernah main ke pesantren, pasti bakal bingung dengar istilah-istilah yang kedengarannya unik tapi penuh makna. Dunia pesantren memang punya “bahasa sendiri” yang udah jadi bagian dari keseharian santri.

Di tempat ini, santri adalah sebutan buat para pelajar yang menimba ilmu agama. Mereka tinggal di pondok, kamar sederhana atau asrama yang jadi rumah kedua selama menuntut ilmu.

Di atas mereka ada sosok kyai, pimpinan sekaligus guru utama yang dihormati semua santri. Kadang juga ada ustaz atau ustazah, yang bantu mengajar atau membimbing para santri dalam keseharian.

Kegiatan utama di pesantren tentu aja ngaji atau pengajian—belajar agama bareng lewat kitab kuning. Kitab ini disebut “kuning” karena warna kertasnya khas, dan isinya ditulis dalam bahasa Arab gundul tanpa harakat.

Belajar kitab kuning ini dilakukan lewat dua metode populer: sorogan dan bandongan (kadang disebut wetonan). Sorogan itu santri baca kitab di depan kyai untuk dikoreksi, sedangkan bandongan adalah saat kyai yang baca dan jelaskan, sementara santri nyimak sambil nyoret-nyoret arti di pinggiran kitab.

Proses belajar ini disebut tafaqquh fid-din, artinya memperdalam ilmu agama. Kadang diselingi kegiatan mujahadah, yaitu doa dan dzikir bareng biar hati makin tenang.

Kalau santri sudah khatam atau menyelesaikan kitab tertentu, biasanya digelar acara khataman, lengkap dengan doa dan syukuran. Tak jarang juga ada sholawatan bersama, suasananya adem dan penuh cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Selain itu, pesantren juga dikenal dengan tradisi riyadhoh—latihan rohani seperti puasa sunnah atau dzikir panjang. Tujuannya biar jiwa santri makin kuat dan sabar.

Dalam keseharian, para santri juga berinteraksi dengan musyrif atau musyrifah, yaitu pembimbing asrama yang biasanya santri senior. Rumah kyai disebut ndalem, tempat para santri sering “nderek” atau bantu-bantu sebagai bentuk pengabdian.

Ada pula tradisi tawasul, doa dengan menyebut nama guru dan ulama untuk mencari keberkahan ilmu. Sedangkan khitobah jadi ajang latihan pidato agar santri siap berdakwah.

Kalau ada santri yang melanggar aturan, biasanya kena ta’zir, semacam hukuman ringan. Bentuknya bisa macam-macam: kerja bakti alias roan, hafalan tambahan, sampai disuruh baca nadzom di depan teman-teman. Tujuannya bukan buat mempermalukan, tapi buat melatih disiplin.

Pesantren juga punya kegiatan spesial seperti haflah, semacam perayaan atau wisuda santri. Ada juga ziarah kubur, manakiban, dan tirakat—semuanya bentuk amalan spiritual buat mendekatkan diri pada Allah.

Tradisi ini erat banget dengan nilai ittiba’, yaitu mengikuti jejak para guru dan ulama terdahulu yang jadi panutan hidup.

Dari segi pelajaran, santri bakal akrab dengan istilah nahwu, sharaf, dan balaghah—semuanya bagian dari ilmu bahasa Arab. Nahwu bahas struktur kalimat, sharaf soal bentuk kata, sementara balaghah ngajarin keindahan bahasa.

Ada juga pelajaran berat seperti tafsir untuk memahami Al-Qur’an, fiqih buat urusan hukum ibadah, tauhid yang bahas keesaan Allah, sampai tasawuf yang ngajarin cara membersihkan hati.

Semua istilah itu bukan sekadar kata, tapi bagian dari kehidupan sehari-hari di pesantren. “Awalnya pusing, tapi lama-lama hafal sendiri. Soalnya tiap hari kedengeran,” kata seorang santri sambil tertawa kecil.

Bagi orang luar, istilah-istilah itu mungkin terdengar asing. Tapi bagi santri, di situlah letak kehangatan dan identitas mereka.

Bahasa di pesantren bukan cuma alat komunikasi, tapi juga jembatan nilai-nilai—tentang ilmu, adab, dan kebersamaan. Karena di balik setiap kata, tersimpan cerita tentang perjuangan menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak. (*)

You Might Also Like

Drama Uang Pinjaman KPK yang Bikin Publik Kepo

Rahasia Nasi Goreng Lebih Enak, Ternyata Bukan di Bumbu tapi di Jenis Berasnya

Puan Maharani Pastikan Adik Affan Kurniawan Dapat KJP & KJMU Sampai Lulus

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin Diperiksa, Sidang Kasus Korupsi Mbak Ita

Wajib Waspada! Bedain Batuk Biasa dengan Gejala Awal Kanker Paru Biar Nggak Kecolongan

TAGGED:bahasapesantrensantrisorogantazir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Gebrakan Baru Prabowo: Orang Asing Boleh Jadi Bos BUMN!
Next Article DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Bulan Agustus, Saatnya Pemilik Nama Agus dan Ultah Agustus Berburu Promo Wisata!

Agustus 14, 2025
Unik

Fatwa Haram Sound Horeg Disorot, Pelaku Usaha di Malang Angkat Bicara

Juli 2, 2025
Isu pemakzulan Gibran adalah bagian dari strategi politik konflik dan kontroversial dalam rangka menguasai algoritma media sosial menuju Pilpres 2029
Unik

Isu Pemakzulan Gibran, Gimmick Politik Algoritma

Juni 5, 2025
Viral

Setelah Raja Mangkat, Angin Lembut Keraton Bawa Pesan Rukun

November 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bahasa ala Santri, Ini Deretan Istilah Khas di Pesantren
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?