Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Proyek kereta cepat adalah beban utang yang disengaja oleh penguasa dengan dibungkus simbol kemajuan.

R. Izra
Last updated: November 3, 2025 11:38 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) kembali jadi sorotan.

Terlebih setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek yang nilainya tembus lebih dari Rp100 triliun.

Menurutnya, utang tersebut merupakan tanggung jawab Danantara sebagai pihak yang terlibat dalam proyek patungan Indonesia–China.

Sorotan makin tajam setelah Mahfud MD mengungkap dugaan mark-up biaya dalam proyek tersebut.

Ia menilai ada lonjakan biaya hingga tiga kali lipat dibanding standar harga pembangunan kereta cepat di China.

“Di Indonesia biaya per kilometer mencapai 52 juta dolar AS, sedangkan di China hanya 17–18 juta dolar. Ini harus diselidiki, uangnya ke mana,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube pribadinya, Selasa (14/10/2025).

Mahfud juga menyinggung proses awal proyek yang semula ditawarkan ke Jepang dengan bunga pinjaman hanya 0,1%, namun kemudian dialihkan ke China dengan bunga 2–3,4%, yang membuat beban utang melonjak.

Ia menambahkan, Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan kala itu, sempat menolak kerja sama dengan China karena dianggap tidak menguntungkan — dan kemudian dicopot dari jabatannya.

Keputusan untuk mengalihkan tawaran dari Jepang ke China dengan beban bunga lebih tinggi merupakan keputusan Jokowi.

Beban Utang dan Pembengkakan Biaya

Data menunjukkan total biaya proyek Whoosh mencapai 7,27 miliar dolar AS (sekitar Rp120 triliun), dengan sekitar 75% dibiayai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Bunga utangnya mencapai 2–3,2% per tahun dengan tenor hingga 45 tahun.

Pembengkakan biaya atau cost overrun sekitar 1,2 miliar dolar AS membuat PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) —perusahaan patungan Indonesia dan China— harus menarik pinjaman tambahan dari CDB.

Akibatnya, empat BUMN Indonesia yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) ikut menanggung kerugian triliunan rupiah.

Mahfud menyebut, bunga utang proyek ini saja mencapai Rp2 triliun per tahun, sementara pemasukan dari tiket hanya sekitar Rp1,5 triliun, sehingga utang terus menumpuk.

“Kalau dibiarkan, bisa 70–80 tahun baru lunas,” katanya.

Proyek Whoosh diresmikan pada era Presiden Joko Widodo sebagai hasil kerja sama BUMN Indonesia dan China, dengan skema business to business (B2B).

Namun dalam praktiknya, proyek ini tetap mengandalkan dana APBN untuk menutup kekurangan modal.

Sejumlah pengamat menilai, proyek yang awalnya digadang-gadang sebagai simbol kemajuan transportasi nasional itu kini berubah menjadi beban keuangan jangka panjang bagi negara.

Jadi, masihkah Whoosh sebagai simbol kemajuan atau sebuah beban utang yang disengaja?

Bagaimana menurut Sobat Bacaaja? (*)

You Might Also Like

Prambanan Siap Diserbu 35 Ribu Umat!

“THR” Ojol 2026 Kapan Cair? Kemnaker: Tinggal Nunggu Tanggal Mainnya

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Sampah di Jateng Mau Diolah Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen, Gimik Atau Realita?

Gaskeun Energi Bersih: Jateng Resmi Luncurkan ‘Forum Anti Emisi’

TAGGED:headlinemahfud mdmark up proyek kereta cepatproyek kereta cepatwhoosh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Kasus Bullying di Grobogan, Mendikdasmen Soroti Minimnya Pengawasan Guru
Next Article Fans Qatar vs UEA Saling Lempar iPhone 17 Pro Max

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Politik

Gus Yahya Tolak Mundur, Rapat Alim Ulama: Gak Ada Pemakzulan

November 24, 2025
Hukum

Menkomdigi Beberin “Bisnis Gelap” di Balik Live Streaming Demo, Nyambung ke Judi Online!

September 2, 2025
Daerah

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Januari 19, 2026
Menko PMK yang juga Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Info

Cak Imin Minta Tradisi Santri Nguli di Pesantren Dikaji: Gak Boleh Bangun Gedung Tanpa Izin

Oktober 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?