BACAAJA, SEMARANG- Biar makin aman, bersih, dan pastinya halal, para pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang “naik level”! Mereka ikut pelatihan bareng tim LPPOM MUI Jawa Tengah, belajar langsung soal cara memastikan makanan yang disajikan benar-benar halal dari hulu ke hilir.
Wakil Direktur LPPOM MUI Jateng, Muhammad Shofa, bilang kalau makanan halal itu otomatis harus aman juga. “Kalau produknya halal, ya pasti aman. Gak boleh ada yang bikin sakit atau bermasalah,” ujarnya santai.
Shofa juga cerita, pelatihan ini bantu para tenaga dapur MBG ngerti gimana proses buat dapetin sertifikat halal biar gak ribet lagi. Katanya, udah ada sekitar 150 dapur SPPG yang daftar buat disertifikasi halal karena sekarang memang diwajibkan punya izin tersebut. “Kita pastikan semua prosesnya profesional, dari bahan, alat, sampai SDM-nya, semuanya halal dan aman,” tambahnya.
Tiga Sertifikasi
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jateng), Lilik Agus Gunarto, bilang kalau dapur MBG wajib banget punya tiga sertifikasi penting: halal, higiene sanitasi, dan profesi.
“Mulai dari bahan nabati sampai hewani, semuanya harus jelas asal-usulnya dan halal. Jangan sampai asal pilih bahan,” tegasnya. Lewat pelatihan ini, tim dapur MBG diharapkan makin jago ngolah makanan yang gak cuma enak dan bergizi, tapi juga aman dikonsumsi dan halal sepenuhnya. (*)


