Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Terapi Cuci Darah Makin Canggih, Kini Racun di Tubuh Bisa Lebih Optimal Dibersihkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Terapi Cuci Darah Makin Canggih, Kini Racun di Tubuh Bisa Lebih Optimal Dibersihkan

Nah, kabar baiknya, teknologi hemodialisis juga makin update. Ada dialiser generasi baru seperti HD Theranova dan HDX (hemodialisis ekspansi). Bedanya, Theranova punya membran canggih yang bisa nyaring molekul racun berukuran sedang—sesuatu yang biasanya kelewat di alat konvensional.

Nugroho P.
Last updated: September 28, 2025 12:56 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Ilsutrasi Hemodialisis.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Cuci darah alias hemodialisis sudah jadi rutinitas wajib buat pasien gagal ginjal kronik. Bukan untuk menyembuhkan, tapi jadi “mesin pengganti ginjal” supaya tubuh tetap bisa bersih dari racun, cairan berlebih, dan elektrolit yang numpuk.

Kalau ginjal sehat fungsinya mirip filter air, pasien gagal ginjal butuh mesin khusus biar darah tetap bersih. Menurut dr. Muthalib Abdullah, Sp.PD-KGH, konsultan ginjal-hipertensi di RS Bethsaida Gading Serpong, biasanya pasien harus cuci darah tiga kali seminggu, dengan durasi 3–4 jam per sesi.

“HD membantu menghilangkan racun, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mencegah komplikasi seperti kelebihan cairan dan hipertensi. Hasilnya, pasien bisa beraktivitas lebih baik,” jelas dr. Muthalib.

Nah, kabar baiknya, teknologi hemodialisis juga makin update. Ada dialiser generasi baru seperti HD Theranova dan HDX (hemodialisis ekspansi). Bedanya, Theranova punya membran canggih yang bisa nyaring molekul racun berukuran sedang—sesuatu yang biasanya kelewat di alat konvensional.

Sementara itu, HDX hadir dengan membran pori lebih besar dan aliran darah lebih maksimal. Efeknya, racun menengah hingga besar bisa keangkat lebih baik, bahkan mendekati kemampuan hemodiafiltrasi (HDF).

HDF sendiri sebenarnya jadi standar emas buat pembersihan racun karena menggabungkan prinsip hemodialisis plus filtrasi tekanan tinggi. Cuma, tantangannya ada di mesin, water treatment, sampai protokol rumit yang bikin layanan ini belum merata di banyak rumah sakit, apalagi di daerah.

Menurut dr. Muthalib, pasien biasanya cukup HDF seminggu atau dua minggu sekali, tapi manfaatnya baru kerasa setelah berbulan-bulan. “Prosedurnya butuh high-efficiency dengan aliran darah tinggi, sekitar 300 mL/menit. Jadi akses darah pasien harus bagus,” tambahnya.

Kalau syarat HDF nggak bisa dipenuhi, masih ada alternatif lain: Hemoperfusi, Theranova, atau HDX. Kadang, tabung tambahan juga dipasang biar aliran darah tetap maksimal.

Intinya, teknologi hemodialisis makin beragam dan semakin mendukung kualitas hidup pasien gagal ginjal. Walau begitu, akses layanan yang belum merata dan biaya yang tinggi masih jadi PR besar yang harus dibenahi.

Dengan inovasi terbaru ini, harapannya pasien gagal ginjal bisa lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif meski harus rutin menjalani terapi cuci darah. (*)

You Might Also Like

Jangan Andalkan Susu, Anak Tetap Butuh Makan Lengkap

Nasi Sisa Jangan Asal Digoreng, Ada Risiko Bakteri

Nih 7 Cara Anti-Mager Biar Kamu Produktif Lagi, Wajib Baca!

Ajari Anak Ngatur Uang dari Hal Kecil

Perempuan Lebih Melihat Bukti daripada Rayuan

TAGGED:cuci darahgagal ginjalhemodialisisinfo kesehatantips kesehatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngomongin Khitbah, Lamaran ala Islam yang Bukan Sekadar Formalitas
Next Article Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asean-Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Telinga Berlubang Lebih dari Satu, Emang Boleh? Ini Obrolan Fikihnya

Maret 4, 2026
Tips

5.000 Langkah, Mood Bisa Ikutan Naik

Agustus 22, 2026
Tips

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

April 2, 2026
Tips

Tiga Kebiasaan Sepele yang Bikin Saraf Kejepit

Juli 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Terapi Cuci Darah Makin Canggih, Kini Racun di Tubuh Bisa Lebih Optimal Dibersihkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?