Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Fokus Pendidikan Inklusif, Agustina Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Setara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Semarang Fokus Pendidikan Inklusif, Agustina Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Setara

Setiap anak terlahir dengan potensi unik. Inilah alasan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong penerapan pendidikan inklusif agar semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, punya hak yang sama untuk berkembang.

T. Budianto
Last updated: September 22, 2025 11:52 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PENDIDIKAN INKLUSIF: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti berbicara pada acara Ngopi Bareng Stakeholder Pendidikan bertema Pendidikan Inklusif di Quest Hotel Simpang Lima, Jumat (19/9). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Nggak ada lagi istilah anak terpinggirkan di dunia pendidikan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, bakal dapet akses belajar yang sama lewat program pendidikan inklusif yang sedang digarap serius Pemkot.

Hal itu ditegaskan Agustina dalam acara Ngopi Bareng Stakeholder Pendidikan bertema Pendidikan Inklusif di Quest Hotel Simpang Lima, Jumat (19/9). “Pendidikan itu kunci kemajuan kota. Setiap anak, apa pun kondisinya, harus punya kesempatan berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.

Agustina juga ngasih contoh sederhana. Kalau ada anak istimewa yang suka boxing, Pemkot siapin kompetisi boxing. Kalau suka piano, bakal difasilitasi lomba piano. Targetnya, anak-anak Semarang bisa berprestasi bukan cuma di level kota, tapi juga nasional bahkan internasional.

Menurutnya, sistem pendidikan selama ini masih terlalu fokus pada keseragaman. Padahal, setiap anak unik. Termasuk lulusan SMK yang sering kali belum siap masuk dunia kerja. “SMK harus dibenahi, biar lulus langsung siap kerja,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, program pendidikan inklusif bakal diintegrasikan dalam RPJMD 2025-2029. Agustina menegaskan, isu ini bukan cuma urusan Dinas Pendidikan, tapi juga nyambung dengan kesehatan, sosial, sampai perlindungan anak.

Amanah Perwal

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menambahkan, kalau semua sekolah wajib menerapkan pendidikan inklusif sesuai Perwal No. 76/2020. “Nggak boleh ada sekolah yang menolak anak berkebutuhan khusus. Itu amanah Perwal,” tegasnya.

Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama keterbatasan guru bersertifikat pendidikan khusus. Solusinya, Pemkot menyiapkan pelatihan tambahan, peningkatan sarpras, dan kolaborasi dengan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM).

Acara ini juga melibatkan Komisi D DPRD Kota Semarang, Dewan Pendidikan, PGRI, KKKS, Sub Rayon SMP, sampai sejumlah LSM. Kehadiran lintas elemen ini jadi bukti kalau komitmen membangun ekosistem pendidikan inklusif di Kota Semarang bukan cuma jargon, tapi kerja bareng. (*)

You Might Also Like

Bukan Satpam, Warga Sendiri yang Jaga Wisata Waduk Jatibarang

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Geger! Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara, Polisi Buru Pelaku!”

Panggung HUT RI ke-80 di Semarang Urung Digelar, Suasana Jadi Serius Gara-Gara Demo

TAGGED:abkpemkot semarangpendidikan inklusifwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ribuan Guru, Marbot, hingga Perawat Jenazah Kini Dapat Bisyarah dari Pemkot Semarang
Next Article Merlion, ikon negara Singapura. Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BRT Trans Semarang berhenti di halte Jl Pemuda Semarang. (Foto: Dok Pemkot Semarang)
Info

BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!

Desember 2, 2025
Info

Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina

Maret 8, 2026
Info

Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau

Agustus 3, 2026
Daerah

Gandeng PWNU, Pemprov Jateng Akselerasi Pembangunan Umat

Juli 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Fokus Pendidikan Inklusif, Agustina Pastikan Semua Anak Dapat Kesempatan Setara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?