Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes

Peneliti Puskampol menyebut, penting bagi polisi untuk bisa meyakinkan publik bahwa apa yang mereka ungkapin soal kematian Iko Juliant benar. Salah satu caranya ya buka CCTV.

R. Izra
Last updated: September 26, 2025 11:16 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Konferensi pers sudah digelar. TKP juga sudah diolah. Tapi publik masih belum puas. Pertanyaan soal kematian Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes, tetap menggantung: apa penyebab pastinya? Dan apakah ada keterlibatan aparat?

Andy Suryadi dari koordinator peneliti Pusat Kajian Militer dan Kepolisian bikin pernyataan menohok. Menurutnya, penting bagi polisi untuk tidak hanya sekedar bikin konferensi pers seolah sudah mengungkapkan kasus ini secara tuntas.

“Tapi juga bagaimana mereka dapat meyakinkan publik bahwa kejadiannya memang sebagaimana keterangan mereka,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).

Andy minta polisi jangan cuma sibuk ngomong di hadapan media. Buktinya harus jelas. CCTV, keterangan saksi, sampai dokumen rumah sakit seharusnya bisa dibuka. Biar makin kredibel, ada baiknya libatkan pihak independen.

“Jika dua hal tersebut tidak dilakukan atau dilakukan namun tidak optimal maka apapun temuan dan penjelasan aparat tidak akan mudah diterima oleh publik,” katanya.

Apalagi, publik masih trauma kasus Sambo dan Gamma. Keterangan awal aparat waktu itu banyak yang meleset. Jadi wajar kalau sekarang banyak yang curiga.

Dalam kasus Iko, ada tiga titik yang harus dijawab polisi. Pertama, soal kecelakaan di Jalan Veteran. Benarkah murni kecelakaan, atau ada faktor lain? Kuasa hukum keluarga Iko malah nyebut ada lemparan sebelum Iko jatuh.

Kedua, durasi evakuasi. Polisi bilang cepat, tapi isu awalnya korban baru dibawa ke rumah sakit setelah beberapa jam. Dokumen RS, CCTV, dan kesaksian tenaga medis bisa jadi bukti.

Ketiga, soal luka di tubuh Iko. Pendamping hukum korban menyebut ada luka mencurigakan. Rekam medis dan analisis forensik bisa bikin terang benderang.

Andy juga dorong polisi gali keterangan dari orang yang ada di lokasi, misal Ilham dan V serta A yang terlibat kecelakaan. Apakah memang clear tidak ada unsur lain selain kecelakaan ataukah ada namun tidak diungkapkan?

Kalau polisi terbuka, bukan cuma keluarga korban yang diuntungkan. Publik juga bisa balik percaya. (bae)

You Might Also Like

Pak Luthfi Bilang ASN Nggak Boleh Santai

Nama Sherly Tjoanda Mencuat, KPK Kejar Jejak Suap Pajak Nikel

Nataru Bikin Bandara Ahmad Yani Full Senyum

Renovasi Sekolah Gagal, Anggaran Dialihkan Demi Penuhi Permintaan Suami Wali Kota

Kasus Sritex: Ramai-Ramai Teken, Giliran Sidang Cuma Bertiga

TAGGED:andy suryadicctvheadlineiko juliant juniorkecelakaankematian ikopolisipuskampolpuskampol indonesiaunnes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mundur dari Pimpinan DPRD, Anas Hidayat Tegaskan Tak Mundur dari Perjuangan
Next Article Nekat Jual Miras di Banjarnegara, Warga Magelang Kena Semprit Satpol PP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Jaksa membacakan surat dakwaan kasus pembunuhan bayi kandung, terdakwa Brigadur Ade Kurniawan mengikuti sidang secara online, Rabu (16/7/2025). (bae)
Unik

Terungkap! Oknum Intel Polda Jateng Bunuh Anak Kandung karena Jengkal Diminta Nikahi Ibu Korban

Juli 16, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina WP dan Wakil Wali Kota menjelaskan soal BOP, Jumat (20/2/2026). (bae)
Info

Kapan Bantuan Operasional RT 2026 Cair? Ini kata Wali Kota Semarang

Februari 20, 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Info

Prabowo Heran, Rakyat Indonesia Bahagia Padahal Hidup Sangat-sangat Sederhana

Januari 6, 2026
Nasional

Jam Richard Mille Rp11,7 M Milik Sahroni Balik Lagi, Warga Ngaku Bingung Cara Pakainya

September 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?