Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 270 Orang Terdampak MBG, Guru Diminta Cek Menu Mengendus Makanan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

270 Orang Terdampak MBG, Guru Diminta Cek Menu Mengendus Makanan

Nugroho P.
Last updated: Oktober 22, 2026 10:54 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Guru mengendus makanan cek kondisi MBG. (istimewa)
SHARE

BACAAJA, CIREBON – Kasus dugaan keracunan massal setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Cirebon, Jawa Barat, membuat pengawasan makanan di sekolah jadi sorotan. Dinas Pendidikan meminta guru tak sekadar membagikan menu, tetapi juga mengecek kondisi makanan sebelum disantap para siswa.

Contents
Guru Diminta Siaga, Kondisi Siswa DipantauTotal Korban Tembus 270 OrangSup Telur Puyuh Jadi Sorotan

Imbauan ini muncul setelah jumlah warga yang terdampak mencapai 270 orang, terdiri dari 231 anak-anak dan 39 orang dewasa. Di tengah penanganan para korban, sekolah diminta lebih waspada terhadap makanan yang terlihat atau tercium tidak normal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogiyanto, mengingatkan guru agar tidak memaksakan pembagian makanan jika menemukan tanda mencurigakan. Aroma asam atau rasa yang tidak biasa pada sayur dan telur, misalnya, perlu menjadi alasan untuk menghentikan konsumsi sementara.

“Kalau misalkan memang ada sayur atau telur rada asam atau ini ya kalau bisa tidak dikonsumsi. Jangan sampai nanti menimbulkan berdampak seperti ini, gejala-gejala keracunan,” kata Handi, dikutip dari Tribun Jabar, Kamis (22/10/2026).

Guru Diminta Siaga, Kondisi Siswa Dipantau

Handi menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan makanan sebelum dibagikan. Sekolah juga diminta terus memantau kondisi siswa yang diduga terdampak, baik yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun yang berada di rumah.

Kepala sekolah dan guru diminta bersiaga untuk memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala terdata dan mendapat penanganan. Komunikasi antara Disdik dan pihak sekolah pun terus dilakukan hingga malam hari.

“Saya perintahkan kemarin juga untuk standby. Yang ada anak kena keracunan semuanya standby, Pak, guru-gurunya standby. Saya mewajibkan selalu sekolah itu selalu monitor terus terutama siswa-siswanya,” jelas Handi.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar perubahan kondisi kesehatan siswa bisa segera diketahui. Terlebih, kasus ini melibatkan banyak anak sehingga membutuhkan pengawasan dan koordinasi yang serius.

Meski demikian, pemeriksaan aroma dan kondisi fisik makanan bukan pengganti pengujian keamanan pangan. Makanan yang terlihat dan tercium normal pun belum tentu bebas dari kontaminasi, sehingga pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian.

Total Korban Tembus 270 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listyawaty, menyampaikan jumlah warga terdampak dugaan keracunan MBG mencapai 270 orang. Rinciannya, 231 anak-anak dan 39 orang dewasa.

Laporan awal diterima Dinkes pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, pasien terus berdatangan ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Siloam Putra Bahagia hingga kapasitas layanan mendapat tekanan.

“Pasien terus bertambah di RS Siloam Putra Bahagia, hingga sore hari mencapai 42 orang. Itu data kemarin sore ya,” kata Maria, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (21/10/2026).

Karena jumlah pasien meningkat, Pemerintah Kota Cirebon mengalihkan sebagian pasien ke sejumlah rumah sakit rujukan lain. Langkah ini dilakukan agar korban bisa memperoleh penanganan medis tanpa menumpuk di satu fasilitas kesehatan.

Sup Telur Puyuh Jadi Sorotan

Salah satu menu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut adalah sup telur puyuh yang dikonsumsi siswa dan anak-anak pada hari itu. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) membekukan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima sejak Selasa malam. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, menyebut penghentian sementara tersebut dilakukan untuk mempermudah proses investigasi.

Pemerintah juga memastikan biaya perawatan dan pengobatan korban akan ditanggung hingga mereka pulih.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program MBG tidak cukup hanya memastikan makanan sampai ke sekolah. Keamanan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi perlu diawasi secara ketat agar program pemenuhan gizi tidak justru menimbulkan risiko bagi anak-anak. (*)

You Might Also Like

BRT Semarang Mulai Ganti Napas, 41 Bus Baru Sudah Jalan

Siapa yang Lapar? Pengusaha SPPG Protes MBG Dihentikan saat Libur Sekolah

Bupati Ngawi Lantik Ratusan PNS, Minta ASN Melek AI dan Tak Terjebak Rutinitas

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

TAGGED:bgncek mbgendus makanangurukeracunan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Belum Buka, Gerai KDMP Kudus Malah Disatroni Maling
Next Article HARI SANTRI - Opening Ceremony Porprov Jateng 2026 sekaligus konferensi pers peringatan Hari Santri 2026 di Co Work Space (Kantor Gubernur Rumah Rakyat) Gedung A Setda Prov Jateng, Rabu (21/10/2026). HSN 2026, Gus Yasin Ingatkan Resolusi Jihad: Santri Punya Peran Penting Menuju Indonesia Emas!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Cegah Korupsi Sejak dari Meja Kerja, Pemkab Ngawi Gaspol Edukasi Digital ASN

Tsunami 15 Meter Mengancam Cilacap, Warga Diminta Siaga

Memori HP Penuh? Bersihkan WhatsApp Tanpa Hapus Chat

Sering di Ruangan Ber-AC? Ini Efeknya bagi Tubuh

HARI SANTRI - Opening Ceremony Porprov Jateng 2026 sekaligus konferensi pers peringatan Hari Santri 2026 di Co Work Space (Kantor Gubernur Rumah Rakyat) Gedung A Setda Prov Jateng, Rabu (21/10/2026).

HSN 2026, Gus Yasin Ingatkan Resolusi Jihad: Santri Punya Peran Penting Menuju Indonesia Emas!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

JUARA TURNAMEN CATUR - Siswa SDN 3 Balu, Kecamatan Cepu, Cakti Rajasa Dananjaya Soedarsono, juara turnamen catur tingkat SD se-Kabupaten Blora, pada peringatan Hardiknas. (ist)
Olahraga

Cakti Rajasa Juara Turnamen Catur Hardiknas Tingkat SD di Blora

Mei 14, 2026
Sepak Bola

Herdman: Indonesia Sekarang Raja ASEAN

Oktober 6, 2026
PERINGATI HAN 2026 - ICONNET merihakan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. ICONNET berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak sebagai masa depan bangsa.
Info

Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, ICONNET Dukung Tumbuh Kembang Generasi Penerus Bangsa

Juli 28, 2026
Ilustrasi petugas mengevakuasi warga korban banjir di Pati.
Info

Banjir Pati Belum Reda, 51 Desa Terdampak, Pemkab Perpanjang Tanggap Darurat

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 270 Orang Terdampak MBG, Guru Diminta Cek Menu Mengendus Makanan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?