BACAAJA, SEMARANG- Heru “Trubus” Hendra Prasetya sukses mencuri spotlight di Turnamen Biliar Bola 9 Ceqiu Cup I 2025. Bermain di kandang sendiri, Trubus keluar sebagai juara setelah menundukkan Ganang Satrio asal Demak dengan skor 6-3 pada partai final yang digelar Minggu (14/12) malam.
Menuju final, Trubus lebih dulu menyingkirkan Tanaka Law (Semarang) di semifinal dengan skor 5-2. Sementara Ganang memastikan tiket final usai mengalahkan Abdul Azis, pebiliar dari Ceqiu Pool & Café, juga dengan skor identik 5-2.
Turnamen perdana yang digelar Ceqiu Pool & Café ini ternyata nggak main-main. Total ada sekitar 315 peserta yang ambil bagian, mulai dari babak penyisihan hingga jalur wild card.
Baca juga: Sistem Voor Bikin Panas! Ceqiu Cup I 2025 Jadi Ajang Adu Mental Pebiliar
“Dari awal sampai akhir, tercatat kurang lebih 315 peserta ikut meramaikan turnamen ini,” ujar GM Ceqiu Pool & Café, Untung Prawiro Negoro, usai laga final.
Pesertanya pun datang dari berbagai daerah. Bukan cuma Semarang, tapi juga Salatiga, Bandungan, Demak, Kendal, hingga Purwodadi. Meja biliar jadi titik temu lintas kota, lintas level dari amatir sampai yang sudah sering makan asam garam turnamen.
Persaningan Ketat
Trubus sendiri mengaku tak menyangka bisa melaju sejauh ini. “Persaingan sudah ketat sejak hari pertama. Jujur nggak nyangka bisa sampai final dan juara. Alhamdulillah,” ucapnya. Dirinya berharap turnamen biliar di Semarang bisa makin sering digelar. Menurutnya, kompetisi rutin bakal berdampak besar pada pembinaan atlet biliar di kota ini.
Baca juga: Ceqiu Pool & Cafe Resmi Dibuka, KONI Semarang Yakin Lahir Pebiliar Muda Berprestasi
Selain membawa pulang uang tunai, para juara hingga peringkat III bersama juga mendapatkan trofi. Panitia pun membagikan puluhan doorprize dari sponsor yang bikin suasana turnamen makin hidup dari awal sampai akhir.
Mengusung tema “Sportivitas Tanpa Batas, Satu Meja, Satu Semangat”, Ceqiu Cup I jadi ruang adu skill sekaligus ajang silaturahmi para pebiliar. Ditambah penerapan sistem voor, setiap pertandingan terasa sengit sejak babak awal.
“Biliar sekarang bukan sekadar hiburan. Ada konsentrasi, ketangkasan, dan sportivitas yang harus dijaga. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus mempererat hubungan antarpemain,” tutup Untung. (tebe)


