BACAAJA, SEMARANG – Ramadhan makin kerasa dekat, dan banyak orang Jawa Tengah mulai nanya-nanya, “malam ini sudah tarawih belum?” Soalnya tradisinya, sebelum puasa hari pertama, masjid langsung hidup semalam suntuk.
Perkiraan awal puasa 1447 H jatuh Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, tarawih pertama kemungkinan digelar Selasa malam, 17 Februari 2026.
Penentuan itu nggak asal tebak, tapi lewat pengamatan hilal oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama. Proses ini biasa disebut rukyatul hilal, alias melihat bulan sabit tipis setelah maghrib.
Pihak falak menjelaskan, “rukyat tetap dilakukan walau posisi bulan masih rendah, karena itu bagian dari prosedur syariat.” Jadi tetap ada tim yang mantau langit di berbagai titik.
Secara hitungan astronomi, ijtima’ atau pertemuan bulan-matahari terjadi Selasa malam pukul 19.02 WIB. Tapi tinggi hilal masih minus, jadi secara teori belum terlihat jelas.
Walau begitu, tradisi pengamatan tetap jalan. Kalau ada satu lokasi berhasil melihat hilal dan disahkan pemerintah, seluruh Indonesia ikut keputusan itu.
Makanya banyak warga nunggu pengumuman sambil siapin sajadah. Biasanya habis maghrib grup WA keluarga langsung ramai: “jadi tarawih malam ini apa besok?”
Di beberapa kota Jawa Tengah, jadwalnya sudah bisa diperkirakan. Tinggal menyesuaikan hasil sidang isbat nanti malam.
Di Semarang, maghrib sekitar 18.08 dan isya 18.38. Tarawih diprediksi mulai sekitar 18.45 sampai sekitar jam 19.45.
Sementara di Surakarta waktunya mirip, cuma selisih beberapa menit. Jamaah biasanya langsung lanjut witir setelahnya.
Untuk Tegal, maghrib sedikit lebih awal. Tarawih kemungkinan mulai sekitar 18.42 WIB.
Di Purwokerto, banyak masjid juga sudah siap pengeras suara sejak sore. Perkiraan mulai sekitar 18.44 WIB.
Sedangkan Pekalongan hampir sama polanya, jamaah biasanya sudah datang sebelum adzan isya buat cari saf depan.
Rukyatul hilal sendiri dianggap penting karena kalender Hijriah beda dengan kalender biasa. Jumlah hari bisa 29 atau 30 tergantung terlihatnya bulan.
Karena itu, NU menekankan metode pengamatan langsung, bukan cuma hitungan. Tujuannya biar ibadah puasa sah secara agama sekaligus ilmiah.
Tradisi ini juga bikin suasana Ramadhan terasa khas. Banyak orang sengaja nggak pergi malam itu demi ikut tarawih pertama.
Biasanya setelah witir, ada yang langsung beli kolak atau gorengan. Ada juga yang ngobrol soal rencana sahur perdana.
Yang jelas, kalau keputusan resmi menetapkan Rabu sebagai 1 Ramadhan, maka Selasa malam dipastikan jadi tarawih perdana. Masjid bakal penuh lagi.
Jadi sambil nunggu pengumuman, siapin aja sarung dan alarm sahur. Soalnya begitu diputuskan, Ramadhan langsung mulai tanpa aba-aba panjang. (*)


