BACAAJA, JAKARTA- Suasana gedung parlemen di Senayan mendadak vibes-nya agak “diplomatik tapi tetap hangat”, Rabu (3/12) sore. Ketua DPR RI, Puan Maharani kedatangan tamu penting: Ketua CPPCC Tiongkok, HE Wang Huning.
Tapi, alih-alih cuma basa-basi protokoler, Puan langsung “spill” isu serius: mulai dari banjir-longsor di berbagai daerah sampai drama geopolitik yang nggak kelar-kelar di Timur Tengah.
Wang Huning tiba sekitar jam 16.23 WIB, disambut langsung Puan bareng jajaran DPR. Setelah sesi perkenalan dan tanda tangan piagam kehadiran, keduanya masuk ke mode bilateral meeting setengah jam yang suasananya disebut hangat dan penuh update lintas isu.
Baca juga: Puan Maharani Kirim Surat ke Sekjen PBB: “Stop Drama Berdarah di Gaza!”
Baca juga: Pimpin Sidang Uni Parlemen Negara Anggota OKI, Puan Maharani Ingin Israel Diisolasi
“Senang banget bisa ketemu lagi sejak Mei tahun lalu,” buka Puan sambil menegaskan kalau kunjungan Wang ini jadi sinyal kuat komitmen Tiongkok menjaga hubungan strategis dengan Indonesia. DPR RI, katanya, juga “gaspol” di komitmen yang sama.
Nah, masuk ke isu serius, Puan langsung menyinggung realitas pahit: krisis iklim makin brutal. “Banjir dan longsor melanda banyak wilayah. Semua negara harus makin serius jalankan komitmen masing-masing,” katanya.
Ia juga mengaitkan isu ini dengan stabilitas kawasan yang lagi penuh konflik, dari Timur Tengah sampai perang Rusia-Ukraina. Puan menegaskan solusi damai cuma mungkin kalau negara-negara kompak.
Hentikan Genosida
Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, kata dia, Tiongkok punya peran penting. Indonesia siap memperkuat kerja sama untuk dorong perdamaian global, termasuk menghentikan genosida di Palestina dan mendorong solusi dua negara.
Hubungan RI-Tiongkok yang sudah jalan 75 tahun juga ikut disorot. Puan nyebut Tiongkok bukan sekadar mitra regional, tapi partner strategis global. Bahkan Presiden Prabowo pun sempat terbang ke Beijing buat peringatan 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok September lalu.
Di sektor ekonomi, kerja sama dua negara makin “ngebut”. Tahun 2024 aja, total perdagangan RI-Tiongkok tembus USD 147,8 miliar. Investasinya juga tebal, 8,2 miliar dollar AS menjadikan Tiongkok investor asing terbesar ketiga di Indonesia.
Puan bilang momentum ini harus dijaga. DPR bahkan sudah menghidupkan kembali Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Tiongkok periode 2024-2029 untuk dorong dialog lintas sektor. Secara multilateral, kedua negara juga sama-sama aktif di ASEAN, BRICS, sampai forum parlemen dunia.
Baca juga: Puan Maharani Ajak Parlemen Negara Anggota OKI Prioritaskan Perjuangan Palestina
Nggak berhenti di situ, Puan juga dorong kerja sama di bidang infrastruktur, teknologi, energi hijau, manufaktur, sampai ekonomi digital. “Kolaborasi dan alih teknologi bisa ciptakan nilai tambah tinggi,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama antarmasyarakat, beasiswa, pertukaran mahasiswa hingga pusat budaya terus diperluas karena itu fondasi hubungan jangka panjang. Termasuk sektor pariwisata yang disebut Puan punya potensi “besar dan saling melengkapi.”
Di ujung pertemuan, Puan tutup dengan apresiasi: “Terima kasih atas diskusi produktif ini. Semoga persahabatan Indonesia dan Tiongkok makin erat ke depan.” (tebe)


