BACAAJA, SEMARANG – Tim mandi malam, mana suaranya? Buat sebagian orang, mandi sebelum tidur itu rasanya nikmat banget. Badan yang lengket seharian langsung terasa fresh, adem, dan lebih nyaman buat rebahan.
Apalagi kalau habis aktivitas padat, kena debu, atau cuaca lagi gerah-gerahnya. Mandi malam sering jadi solusi instan biar tubuh terasa lebih ringan dan pikiran ikut santai.
Tapi sebenarnya, aman nggak sih sering mandi malam? Jawabannya nggak hitam-putih. Pada dasarnya mandi malam nggak otomatis bikin sakit, tapi ada beberapa kondisi yang perlu kamu perhatikan.
Yang pertama soal kualitas tidur. Tubuh kita punya ritme alami. Menjelang tidur, suhu tubuh biasanya sedikit turun supaya lebih gampang terlelap.
Kalau kamu mandi air terlalu panas sebelum tidur, suhu tubuh malah naik. Bukannya makin rileks, tubuh justru butuh waktu lagi buat menyesuaikan. Akibatnya, kamu bisa susah tidur atau tidurnya nggak nyenyak.
Sebaliknya, mandi air terlalu dingin juga bisa bikin tubuh “kaget”. Alih-alih santai, badan malah tegang karena perubahan suhu mendadak.
Berikutnya soal daya tahan tubuh. Di malam hari, kondisi badan biasanya sudah capek dan butuh istirahat. Kalau dipaksa mandi dengan air dingin saat tubuh lagi drop, sistem imun bisa ikut melemah.
Perubahan suhu ekstrem bikin tubuh kerja ekstra buat menyesuaikan diri. Dalam kondisi tertentu, ini bisa bikin kamu lebih gampang kena pilek, batuk, atau demam ringan.
Risiko gangguan pernapasan juga sering dikaitkan dengan kebiasaan mandi malam, terutama pakai air dingin. Buat yang memang punya riwayat asma atau alergi, suhu dingin bisa jadi pemicu kambuh.
Selain itu, ada juga keluhan nyeri otot dan sendi. Air dingin di malam hari bisa membuat otot lebih tegang. Beberapa orang bahkan merasa persendian jadi kaku setelahnya.
Kalau kamu punya masalah seperti asam urat atau radang sendi, mandi malam dengan air dingin bisa memperparah rasa nyeri. Jadi memang perlu lebih hati-hati.
Soal jantung dan tekanan darah juga nggak boleh disepelekan. Mandi air panas bisa meningkatkan suhu tubuh dan memicu kenaikan tekanan darah sementara.
Bagi orang dengan gangguan jantung atau hipertensi, kondisi ini bisa bikin jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Nggak selalu berbahaya, tapi tetap ada risikonya kalau dilakukan terus-menerus.
Ada lagi yang sering luput: mandi setelah makan malam. Saat kamu habis makan, aliran darah lebih banyak difokuskan ke sistem pencernaan.
Kalau langsung mandi, apalagi dengan air hangat, aliran darah bisa menyebar ke kulit dan bagian tubuh lain. Ini berpotensi mengganggu proses cerna dan bikin perut terasa nggak nyaman.
Dalam jangka panjang, gangguan pencernaan yang berulang bisa memengaruhi metabolisme. Meski nggak langsung bikin berat badan naik, pola ini tetap kurang ideal.
Jangan lupa juga soal rambut. Tidur dalam kondisi rambut masih basah bisa bikin kulit kepala terasa dingin terlalu lama.
Sebagian orang mengeluhkan sakit kepala setelah kebiasaan ini berlangsung terus-menerus. Apalagi kalau cuaca lagi dingin, sensasinya bisa makin nggak enak.
Ada pula anggapan bahwa mandi malam bisa mengganggu metabolisme dan kesehatan tulang. Namun, sampai sekarang klaim ini masih butuh penelitian lebih lanjut.
Intinya, mandi malam bukan sesuatu yang otomatis berbahaya. Yang bikin bermasalah biasanya adalah suhu air yang ekstrem, kondisi tubuh yang lagi nggak fit, atau timing yang kurang pas.
Kalau memang harus mandi malam, pilih air hangat suam-suam kuku. Jangan terlalu panas, jangan juga terlalu dingin.
Setelah mandi, pastikan tubuh dan rambut benar-benar kering sebelum tidur. Dan usahakan beri jeda setelah makan, jangan langsung nyemplung ke kamar mandi.
Jadi, boleh nggak mandi malam? Boleh saja. Asal tahu batasnya dan peka sama kondisi badan sendiri. Tubuh itu pintar kasih sinyal, tinggal kitanya mau dengar atau nggak. (*)


