BACAAJA, SEMARANG– Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang mulai mengalami peningkatan.
Manager Humas Daop 4 Semarang, Lukman Arif mengatakan, wilayah Daop 4 menjadi salah satu tujuan utama para pemudik. Karena itu jumlah penumpang yang datang diperkirakan lebih banyak dibandingkan penumpang yang berangkat selama periode arus mudik.
“Di data kami, tanggal 19 Maret sementara ini tercatat lebih dari 22 ribu penumpang yang datang di wilayah Daop 4 Semarang,” ujar Lukman, Jumat (13/3/2026). Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 23 Maret 2026. Pada tanggal tersebut jumlah penumpang yang berangkat diperkirakan juga mencapai lebih dari 22 ribu orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran, PT KAI Daop 4 Semarang menyiapkan puluhan perjalanan kereta api setiap hari. “Pada masa angkutan Lebaran nanti setiap hari kami memberangkatkan 34 perjalanan kereta api jarak jauh reguler dan dua kereta api tambahan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, PT KAI menyediakan lebih dari 422 ribu kursi selama periode angkutan Lebaran. Hingga saat ini sekitar 73 persen tiket telah terjual atau sekitar 309 ribu kursi.
Baca juga: Stasiun Tawang Lagi Ramai-Ramainya: 42 Ribu Orang Pilih Pergi Naik KA
“Jumlah tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Lukman. Selain menyiapkan layanan penumpang, PT KAI juga melakukan berbagai langkah mitigasi di sepanjang jalur kereta api yang berada di wilayah operasional Daop 4 Semarang.
Dari total 677 kilometer jalur rel yang dikelola, terdapat sekitar 13 titik daerah pantauan khusus yang dinilai rawan bencana, terutama potensi banjir. “Upaya mitigasi dilakukan dengan meninggikan rel di beberapa wilayah, memperkuat tanggul irigasi, hingga menyiapkan alat material untuk kondisi darurat,” ungkapnya.
Petugas juga disiagakan selama 24 jam di titik-titik rawan tersebut. Selain itu, PT KAI bekerja sama dengan BMKG dan sejumlah instansi terkait untuk memantau kondisi cuaca serta potensi gangguan yang bisa memengaruhi perjalanan kereta selama masa mudik.
Mulai Padat
Sementara itu, suasana arus mudik juga mulai terlihat di Stasiun Tawang sejak Sabtu (14/3/2026). Area keberangkatan tampak dipadati penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman.
Antrean terlihat di area pemeriksaan tiket sebelum penumpang masuk ke peron. Banyak pemudik datang dengan membawa koper, ransel, hingga tas perjalanan.
Sebagian besar penumpang yang ditemui merupakan mahasiswa yang mulai meninggalkan Semarang setelah kegiatan perkuliahan selesai menjelang libur Lebaran.
Salah satunya Fatimah Azahro (21), mahasiswa yang akrab disapa Aza. Ia memilih mudik lebih awal karena seluruh mata kuliahnya sudah selesai. “Saya mudik tanggal 14 karena semua mata kuliah sudah selesai, jadi mulai hari ini sudah libur. Di stasiun juga sudah terasa padat karena banyak yang pulang,” ujarnya.
Baca juga: Stop Ngabuburit di Rel! KAI Daop 4 Semarang: Itu Zona Merah
Hal serupa disampaikan Ahmad Faizul Nur Rosad Al Kautsar (19), pemudik tujuan Lamongan. Ia mengaku awalnya berencana pulang pada Jumat, namun harus menunda keberangkatan karena masih ada jadwal perkuliahan.
“Harusnya berangkat Jumat, tapi masih ada mata kuliah pagi sampai sore. Selain itu tiket hari Jumat juga sudah habis, jadi akhirnya berangkat Sabtu,” katanya.
Kalau stasiun mulai penuh koper dan ransel, itu tandanya satu hal: musim mudik sudah dimulai. Dan bagi banyak mahasiswa, mudik bukan cuma tradisi Lebaran, tapi juga momen paling ditunggu setelah satu semester penuh mengejar deadline tugas. (dul)


