Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sendang Pengasihan & Penguripan, Mata Air Sakral yang Tetap Dijaga Warga Ngaliyan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Sendang Pengasihan & Penguripan, Mata Air Sakral yang Tetap Dijaga Warga Ngaliyan

R. Izra
Last updated: Januari 26, 2026 9:02 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Salah satu gapura sendang yang bertuliskan aksara Jawa, Senin (26/01/2026). (ul)
Salah satu gapura sendang yang bertuliskan aksara Jawa, Senin (26/01/2026). (ul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Di balik rimbunnya pepohonan kawasan Kali Ancar, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, tersimpan dua mata air yang sampai hari ini masih “adem” dan penuh cerita.

Namanya Sendang Pengasihan dan Sendang Penguripan, dua sendang sakral yang dirawat bukan oleh pemerintah, tapi oleh kesadaran warga sendiri.

Sarwono (47), warga asli Kali Ancar, bilang kalau kondisi sendang ini nyaris nggak berubah sejak ia masih bocah.
“Sejak saya kecil ya sudah begini. Nggak banyak berubah,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Bacaaja: Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat
Bacaaja: Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani

Cerita turun-temurun menyebutkan, dulu kedua sendang ini punya fungsi berbeda. Sendang Penguripan di bagian bawah digunakan kaum laki-laki, sementara Sendang Pengasihan diperuntukkan bagi perempuan.

Istilahnya dulu, sendang lanang dan sendang putri.

Sekarang? Aturannya sudah lebih cair. “Sekarang sudah campur. Tamu-tamu juga banyak yang datang,” kata Sarwono.

Meski terbuka untuk umum, sendang ini jelas bukan tempat wisata biasa. Warga percaya kawasan ini punya nilai sakral. Makanya, justru di waktu-waktu tertentu pengunjung bisa membludak, terutama malam Jumat Kliwon dan malam 1 Suro.

“Yang datang bisa dari luar daerah. Biasanya ya mandi,” jelasnya.

Di sekitar sendang juga ada batu-batu tua yang jadi penanda batas wilayah. Konon, dulu kawasan ini masuk wilayah Kendal, sebelum akhirnya resmi jadi bagian dari Kota Semarang.

Yang bikin salut, pengelolaan sendang sepenuhnya swadaya. Nggak ada tiket masuk, nggak ada tarif parkir, dan nggak ada pungutan wajib.

“Di sini nggak ada tiket, nggak ada parkir. Seikhlasnya saja. Yang penting tahu diri,” ujar Sarwono.

Menurutnya, yang dibutuhkan sendang bukan sentuhan modern berlebihan, tapi perawatan yang konsisten. Mulai dari menjaga kebersihan, memastikan aliran air tetap lancar, sampai merawat pepohonan supaya resapan air tetap maksimal.

“Tanaman itu penting. Biar airnya nggak berkurang,” katanya.

Sarwono juga nitip pesan buat generasi muda yang datang berkunjung. Intinya satu: ojo sembrono.

“Jangan buang sampah sembarangan, jangan ambil apa pun dari sini. Ambil air nggak apa-apa, asal sopan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar mata air, sendang ini juga jadi pusat tradisi warga. Setiap bulan Suro, digelar nyadran yang biasanya jatuh pada malam Jumat Kliwon.

Ada juga sedekah bumi yang rutin dirayakan setahun sekali, lengkap dengan pagelaran wayang kulit khas warga Kali Ancar.

“Intinya kami cuma merawat dan menjaga. Kalau sudah diperbaiki, ya harus dijaga bareng-bareng,” pungkas Sarwono. (dul)

You Might Also Like

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Taman Kembang Arum Naik Kelas: Kini Enak Buat Nongkrong

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Jalan WR Supratman Kalibanteng Tergenang, Warga Mulai Waswas

Kerja Fleksibel agar Hidup Tetap Jalan: Cara Mbak Dwi Bertahan setelah Ditinggal Suami

Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat

TAGGED:ngaliyanplesirSemarangsendang pengasihansendang penguripanwisata
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo, Respati Ardi menghadiri perayaan 30 tahun Musik Miles Films di Ruang Temporer Galeri Lokananta Surakarta, Senin (26/1/2026). Respati Buka Pintu Lebar buat Pelaku Kreatif di Solo: No Pungli, No Ribet
Next Article 23 Prajurit Marinir AL Tertimbun Longsor Cisarua, KSAL: 4 Personel Ditemukan Gugur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Setahun Agustina-Iswar: Wifi RT Gratis Banyak yang Mati, Warga Pertanyakan Komitmen Pemkot

Asap mengepul di Teheran, setelah militer Israel melancarkan serangan ke Iran, Sabtu (28/2/2026).

AS-Israel Bersatu Serang Iran, Bombardir Ibu Kota Teheran dan Instalasi Militer

Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

Ngobrol Core Value, Bukan Cuma Ngabuburit: “1+1 Bisa Jadi 11” Ala Bos PTPN

ASN Setda Jateng Turun ke Selokan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

4 Destinasi Alam Indonesia yang Tetap Hits, Bikin Liburan Makin Berkesan

September 9, 2025
Rumah di Perum BMP ditinggal penghuninya karena terdampak tanah gerak. (bae)
Info

Seram! Permukiman di Gunungpati Ini Berdiri di Tanah Labil, Banyak Rumah Mulai Retak

Februari 12, 2026
Andi Prabowo, ayah korban penembakan Aipda Robig
Unik

Dingin saat Diajak Salaman Aipda Robig, Ayah Gamma: Kami Belum Memaafkan

Mei 6, 2025
Harimau Benggala tengah berjalan di kandang area Semarang Zoo. (ist)
Info

Stok Harimau Benggala Menipis, Semarang Zoo Incar Harimau Sumatera

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sendang Pengasihan & Penguripan, Mata Air Sakral yang Tetap Dijaga Warga Ngaliyan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?