BACAAJA, SEMARANG- Event lari tahunan Semarang 10K bakal naik level pada 2026. Tahun ini ajang tersebut resmi masuk dalam rangkaian The Ultimate 10K Series, sebuah seri lomba lari yang menghubungkan empat kota besar di Indonesia: Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Semarang.
Rangkaian event ini diluncurkan di Jakarta pada Selasa (10/3/2026). Konsepnya sederhana tapi ambisius: satu seri lomba lari yang “mengajak” pelari menjelajah kota demi kota lewat rute 10 kilometer.
Seri pertama akan dimulai di Bandung pada 17 Mei 2026, lalu berlanjut ke Surabaya (7/6/2026) dan Tangerang (13/9/2026). Kota Semarang kebagian peran penting: jadi penutup seri pada 13 Desember 2026.
Secara total, The Ultimate 10K Series menargetkan sekitar 13.600 pelari dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Khusus untuk Semarang, panitia menargetkan 3.500 peserta yang akan berlari melewati sejumlah titik ikonik kota.
Baca juga: Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyambut kolaborasi ini dengan antusias. Menurutnya, komunitas lari di Semarang memang terkenal aktif dan selalu berhasil menarik peserta dari berbagai daerah.
“Exciting-nya para runner di Kota Semarang ini membuat kita menerima banyak kunjungan wisata. Event seperti Semarang 10K selalu menghadirkan pelari dari berbagai daerah yang sekaligus menikmati pengalaman wisata di Kota Semarang,” kata Agustina.
Menariknya, posisi Semarang sebagai kota penutup seri dinilai memberi keuntungan tersendiri. Artinya, para pelari yang sudah mengikuti seri sebelumnya kemungkinan besar akan “menyelesaikan perjalanan” mereka di Semarang menjelang akhir tahun.
“Kalau dibukanya di Bandung dan ditutup di Semarang, berarti para pelari dari berbagai kota akan menghabiskan penutup tahun mereka di Kota Semarang,” ujarnya.
Daya Tarik
Bukan tanpa alasan Semarang dipilih sebagai garis finis. Kota ini punya banyak daya tarik yang bisa dinikmati para pelari setelah lomba selesai. Mulai dari kawasan Kota Lama yang penuh bangunan heritage, ragam kuliner legendaris, hingga lanskap alam dari perbukitan sampai pantai.
“Kita punya Kota Lama dengan bangunan heritage yang indah, kuliner yang sangat beragam, serta bentang alam dari perbukitan sampai pantai. Itu semua jadi pengalaman menarik bagi para pelari,” tambah Agustina.
Baca juga: Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah
Sementara itu, perwakilan panitia dari Kompas, Budi Suwardi menjelaskan, konsep empat kota dalam satu seri dibuat untuk menghubungkan berbagai potensi daerah. Bukan cuma olahraga, tapi juga ekonomi, budaya, hingga pariwisata.
Lewat The Ultimate 10K Series, penyelenggara berharap terbentuk ekosistem sport tourism yang makin kuat. Kehadiran ribuan pelari di setiap kota diyakini akan berdampak langsung pada sektor hotel, kuliner, hingga ekonomi kreatif lokal.
Pelari elite nasional Agus Prayogo juga menilai kehadiran event seperti ini penting bagi perkembangan atletik di Indonesia. Menurutnya, semakin banyak lomba lari digelar, semakin besar peluang munculnya atlet-atlet baru dari berbagai daerah. “Harapannya akan lahir pelari-pelari muda yang bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Bagi Semarang sendiri, kehadiran ribuan pelari pada Desember nanti bukan sekadar lomba, tapi juga momentum untuk menguatkan citra kota sebagai destinasi sport tourism yang makin dilirik.
Agustina memastikan kotanya siap menyambut para runner dari berbagai daerah. “Kota Semarang sangat siap menyambut para pelari. Kami berharap seri ini menghadirkan kompetisi menarik sekaligus pengalaman berkesan bagi semua peserta,” pungkasnya.
Jadi Desember nanti, kalau lihat ribuan orang lari di jalanan Semarang sambil keringetan tapi tetap senyum, tenang saja, itu bukan dikejar utang. Mereka cuma lagi menutup tahun dengan cara yang lebih sehat… dan sedikit lebih ngos-ngosan. (tebe)


