BACAAJA, SOLO – Nama rumah Presiden ketujuh RI di Solo mendadak jadi bahan kreativitas warganet. Di aplikasi peta digital, kediaman Joko Widodo muncul dengan sebutan yang nyeleneh dan bikin orang geleng-geleng.
Ada yang menulis “Tembok Ratapan Solo”, ada juga “Pagar Ratapan Raja Solo”. Bahkan, muncul nama unik seperti “Monumen Sunan Mulyono” yang ikut meramaikan kolom penamaan di Google Maps.
Fenomena itu langsung memancing komentar dari internal partai. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Bestari Barus, menilai situasi ini tak perlu dibesar-besarkan.
Menurutnya, Jokowi bukan tipe orang yang gampang tersinggung. “Bang Jack itu orangnya humble dan bijaksana. Bang Jack mungkin hanya akan tersenyum saja,” kata Bestari lewat pesan singkat, Rabu (18/2).
Ia menyebut mantan orang nomor satu di Indonesia itu sudah kenyang pengalaman menghadapi dinamika publik. Jadi, soal nama-nama unik di peta digital, kemungkinan besar ditanggapi santai saja.
Bestari justru melihat sisi lain dari kejadian ini. Baginya, hal tersebut menunjukkan bahwa sosok Jokowi masih terus jadi perhatian masyarakat, bahkan setelah tak lagi menjabat.
“Betapa hanya Bang Jack satu-satunya setelah selesai masa jabatan presiden masih mendapat perhatian sangat besar dari rakyatnya. Mantan lain tak seperti itu,” ujarnya.
PSI sendiri, kata dia, tak mau ribet mempersoalkan aksi warganet tersebut. Dalam pandangannya, penamaan semacam itu adalah bagian dari ekspresi publik di era serba digital.
Alih-alih kesal, Bestari malah menanggapinya dengan nada bercanda. Ia menyebut kreativitas netizen itu bisa saja diteruskan dengan nama-nama lain yang tak kalah unik.
“Bagi yang menggagas, mudah-mudahan nanti bisa juga meletakkan posisi baru untuk pintu ratapan dua, gerbang ratapan tiga, tembok harapan empat, dan seterusnya,” ucapnya ringan.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana ruang digital jadi arena baru bagi publik untuk berkomentar. Lewat satu aplikasi, nama tempat bisa berubah dan viral dalam hitungan jam.
Di sisi lain, kejadian ini juga jadi gambaran bahwa figur publik memang tak pernah benar-benar lepas dari sorotan. Meski sudah purna tugas, atensi tetap mengalir.
Sampai sekarang, penamaan di Google Maps itu masih jadi perbincangan. Entah dianggap guyonan, kritik, atau sekadar kreativitas, yang jelas rumah Jokowi kembali jadi topik hangat—dan PSI memilih menikmatinya dengan santai. (*)


