BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi hadir langsung di acara 100 hari wafatnya Ki Anom Suroto, yang digelar keluarga besar almarhum di Kebon Seni Timasan, Sabtu (24/1/2026) malam.
Respati datang bareng sang istri, Venessa Winastesia, buat memberi penghormatan terakhir ke maestro karawitan kebanggaan Solo itu.
Di hadapan keluarga dan seniman, Respati menegaskan peran besar Ki Anom Suroto dalam perjalanan budaya Kota Solo.
Bacaaja: Ternyata Ki Anom Suroto Lantunkan Suluk Sebelum Pulang
Bacaaja: Sajikan Kuliner Khas Solo, Respati Jajaki Kolaborasi Kota Berseri Bareng Wakil Walkot Bogor
Menurutnya, almarhum bukan sekadar seniman, tapi sosok penting yang ikut membentuk identitas kultural Solo selama puluhan tahun.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemkot Solo berencana menjadikan jingle legendaris “Solo Berseri” karya Ki Anom Suroto sebagai bagian dari branding resmi kota.
Nantinya, lagu ini bakal diaransemen ulang dengan sentuhan musik tradisional dan modern, melibatkan seniman lokal hingga nasional.
Targetnya jelas: Solo punya identitas yang bukan cuma kelihatan, tapi juga terdengar.
“Solo Berseri tidak hanya dibaca, tapi juga didengar. Lagu ini akan terus hidup, dimainkan di acara formal maupun santai, dan pelan-pelan jadi identitas musikal Kota Surakarta,” kata Respati.
Respati menilai “Solo Berseri” masih sangat relevan dengan wajah Solo hari ini dan masa depan.
Lagu ini dianggap mampu mengikat memori warga, menyatukan semangat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai orang Solo.
“Kami tidak ingin meninggalkan pesan leluhur. Lagu ini jadi energi baru bahwa Solo masa lalu adalah Solo masa depan,” ujarnya.
Menurut Respati, pesan dalam jingle tersebut, bersih, sehat, rapi, dan indah, selaras dengan visi Solo sebagai kota budaya, pariwisata, dan olahraga.
Harapannya, karya Ki Anom Suroto bukan hanya dikenang, tapi terus hidup dan bergema di ruang-ruang publik Kota Bengawan. (*)


