BACAAJA, SERDANG BEDAGAI – Suasana berbeda terasa di SDN 107967 Pelintahan, Kecamatan Tanjung Beringin, saat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) digelar dengan konsep prasmanan yang bikin anak-anak langsung antusias. Bukan sekadar makan siang biasa, momen ini berubah jadi pengalaman seru yang bikin ribuan siswa makan dengan lahap.
Program yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Firdaus I ini sukses menarik perhatian sejak awal. Begitu makanan tersaji, para siswa langsung berbaris rapi, memilih menu sesuai selera, lalu menikmati hidangan dengan penuh semangat.
Menu yang disiapkan pun nggak main-main. Mulai dari ayam goreng tepung dengan sambal merah, tahu goreng, tumis pakcoy jagung saus tiram, sampai buah segar seperti semangka dan kurma, semuanya tersaji lengkap dan menggugah selera.
Konsep prasmanan ternyata jadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Anak-anak bebas memilih makanan yang mereka suka dan bahkan bisa menambah porsi, sesuatu yang jarang mereka rasakan di kegiatan makan bersama sebelumnya.
Salah satu siswa kelas VI, Ilham, dengan wajah ceria mengaku sudah dua kali mengambil ayam goreng karena rasanya enak banget. “Saya sudah dua kali nambah dan ambil ayam lagi,” katanya sambil tersenyum lebar.
Antusiasme seperti ini jadi pemandangan yang cukup langka, karena biasanya anak-anak justru sering pilih-pilih makanan. Tapi kali ini, hampir semua menu ludes disantap tanpa sisa.
Kepala SPPG Firdaus I, Bima Azri Wisuda, menjelaskan bahwa konsep prasmanan memang sengaja diterapkan untuk meningkatkan selera makan siswa sekaligus membuat suasana lebih menyenangkan.
Menurutnya, pendekatan ini bukan cuma soal memberi makanan, tapi juga menciptakan pengalaman makan yang positif bagi anak-anak agar mereka lebih menghargai asupan gizi.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 2.660 siswa ikut merasakan manfaat program MBG. Jumlah yang cukup besar ini menunjukkan bahwa program tersebut benar-benar menjangkau banyak anak.
Bima juga menambahkan bahwa kegiatan makan bersama seperti ini punya nilai lebih, karena bisa mempererat hubungan antara siswa, guru, dan pihak sekolah dalam suasana yang santai.
Di sisi lain, Kepala SDN 107967 Pelintahan, Eltika Manurung, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut yang dinilai membawa dampak positif.
Ia mengatakan bahwa seluruh siswa dan guru menikmati kegiatan ini, bahkan suasana sekolah terasa lebih hidup dari biasanya.
Eltika juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas hadirnya program MBG yang dinilai sangat membantu.
Tak hanya fokus pada makan, kegiatan ini juga disertai edukasi penting soal kesehatan. Sebelum mulai makan, para siswa diajak memahami pentingnya mencuci tangan.
Edukasi tersebut disampaikan oleh ahli gizi, Safira, yang juga menjelaskan kandungan gizi dari setiap menu yang disajikan.
Penjelasan ini jadi tambahan pengetahuan bagi siswa, sehingga mereka tidak hanya makan, tapi juga paham manfaat dari makanan yang dikonsumsi.
Kombinasi antara praktik langsung dan edukasi ini membuat kegiatan terasa lebih lengkap dan bermakna.
Anak-anak jadi belajar bahwa makanan sehat itu tidak selalu membosankan, justru bisa enak dan menyenangkan jika disajikan dengan cara yang tepat.
Program MBG sendiri memang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama di usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Namun lebih dari itu, program ini juga diharapkan bisa membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Dengan pengalaman seperti ini, anak-anak diharapkan terbiasa memilih makanan bergizi dan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Efek jangka panjangnya tentu diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus prestasi belajar mereka di sekolah.
Melihat respons positif dari para siswa, konsep prasmanan ini bisa jadi inspirasi untuk diterapkan di sekolah lain.
Karena ternyata, cara penyajian yang sederhana tapi menyenangkan bisa membawa dampak besar terhadap pola makan anak-anak.
Di tengah upaya menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, program seperti ini terasa makin relevan dan dibutuhkan.
Akhirnya, kegiatan MBG di sekolah ini bukan cuma soal makan gratis, tapi juga tentang membangun kebiasaan baik yang bisa bertahan lama. (*)


