BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak bareng-bareng kumpul di Kantor KONI Jateng, Kompleks Jatidiri, Jumat (31/11). Mereka rapat bareng Wakil Ketua Umum II KONI Jateng, Soedjatmiko, buat ngebahas kesiapan Porprov 2026.
Ketua KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto, bilang secara umum semua daerah udah gerak nyiapin Porprov. Tapi masalah klasik muncul lagi: siapa yang nanggung apa. “Langkah kami agak terhambat karena belum jelas batas-batas hak dan kewajiban antara tuan rumah, KONI Jateng, dan Pengprov cabang olahraga,” ujarnya.
Senada, Ketua KONI Demak, Yudi Astiko, juga bilang mereka belum bisa koordinasi penuh sama kepala daerah. Maklum, bulan November ini semua lagi fokus ngebahas anggaran 2026.
“Hasil pertemuan ini bakal kami bawa buat dasar pengajuan anggaran ke kabupaten dan kota,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Kendal, Joko Pranawa, curhat soal venue yang belum dicek sama Pengprov. “Di Kendal belum ada Pengprov yang datang ngecek venue. Jadi kami bingung, apakah di daerah lain juga gitu?” katanya, separuh ngeluh, separuh nanya.
Draf Kerja Sama
Dari pihak KONI Jateng, Soedjatmiko bilang pihaknya udah nyiapin draft kerja sama tiga pihak: PB Porprov, Pengprov cabor, dan tuan rumah. Total ada 22 item yang ngatur pembagian tugas dan biaya.
Misalnya, PB Porprov bakal nanggung biaya penyelenggaraan pertandingan dan akomodasi atlet, sementara Pengprov yang urus honor wasit, juri, dan operasional cabor. Tuan rumah kebagian urus venue, keamanan, medis, dan acara pembukaan sampai penutupan.
Kalau lancar, pembukaan bakal digelar di Stadion Jatidiri Semarang dan penutupan di Stadion Utama Kendal. Tanggalnya? Masih ada tiga opsi, tapi salah satunya 9-15 September 2026. Soedjatmiko janji SK tentang hak dan kewajiban semua pihak bakal segera turun. “Biar enggak bingung lagi, nanti kita keluarkan SK-nya,” katanya.
Jadi, Porprov 2026 udah siap… asal nanti SK-nya udah keluar, anggarannya disetujui, venue-nya dicek, dan semua sepakat siapa yang bayar apa. Intinya, siap tapi sambil mikir keras. (tebe)


