BACAAJA, SEMARANG – Gerbong mutasi Polri kembali bergerak di Jawa Tengah. Enam perwira menengah mendapat tugas baru sebagai pimpinan kepolisian di sejumlah daerah, mulai dari Semarang hingga Tegal, dengan salah satu nama yang mencuri perhatian adalah AKBP Candra Sasongko, sosok yang dikenal punya gaya humor dan dekat dengan masyarakat.
Candra dipercaya menjabat Kapolresta Surakarta atau Solo, menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo. Namanya cukup dikenal saat bertugas sebagai Kapolres Serang karena kerap tampil dengan gaya jenaka dalam konten media sosial kepolisian.
Pergantian sejumlah pimpinan wilayah tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Mutasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penataan penugasan personel di lingkungan Polda Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru kepada personel, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme dan kinerja dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya, dikutip dari laman Polres Klaten, Minggu (11/10/2026).
Yuliyanto juga menyampaikan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru. Ia berharap mereka segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing dan menjalankan tanggung jawab secara maksimal.
Menurutnya, pergantian pejabat jangan sampai membuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat ikut terganggu. Koordinasi, respons terhadap laporan warga, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban harus tetap berjalan optimal.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kehadiran Polri harus dirasakan melalui penegakan hukum yang profesional, pelayanan yang cepat, serta perlindungan yang adil bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih,” tandas Yuliyanto.
Enam Kapolres dan Kapolresta Berganti
Mutasi kali ini menyentuh enam jabatan pimpinan kepolisian di wilayah Jawa Tengah. Berikut daftar pejabat baru beserta pejabat lama yang digantikan:
- Kapolrestabes Semarang
- Pejabat lama: Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M.
- Pejabat baru: Kombes Pol Erlin Tang Jaya, S.H., S.I.K., M.H.
- Kapolresta Surakarta (Solo)
- Pejabat lama: Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H.
- Pejabat baru: AKBP Candra Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si.
- Kapolresta Banyumas
- Pejabat lama: Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H.
- Pejabat baru: Kombes Pol Dhovan Oktavianton, S.H., S.I.K., M.Si.
- Kapolres Wonogiri
- Pejabat lama: AKBP Haris Munandar Hasyim, S.H., S.I.K.
- Pejabat baru: AKBP Deni Septiawan, S.I.K., M.H.
- Kapolres Tegal
- Pejabat lama: AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H.
- Pejabat baru: AKBP Febriyani Aer, S.I.K., M.H.
- Kapolres Salatiga
- Pejabat lama: AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.
- Pejabat baru: AKBP Afrito Marbaro, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Mil.
Candra Sasongko, Sosok Jenaka yang Kini Pimpin Solo
Dari enam nama tersebut, penunjukan AKBP Candra Sasongko menjadi salah satu yang menarik perhatian. Saat menjabat Kapolres Serang, ia dikenal memiliki selera humor tinggi dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui konten yang dibagikan di media sosial Polres Serang.
Kini, Candra mendapat tanggung jawab baru memimpin Polresta Surakarta. Tantangannya bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Solo, tetapi juga memastikan pelayanan kepolisian tetap responsif terhadap kebutuhan warga.
Di tingkat Polda, mutasi juga mencakup sejumlah posisi strategis. Jabatan Kapolda Jawa Tengah yang sebelumnya dipegang Irjen Pol Ribut Hari Wibowo beralih kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.
Sementara itu, posisi Wakapolda Jateng berganti dari Brigjen Pol Latif Usman kepada Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan. Jabatan Dansatbrimob Polda Jateng juga mengalami pergantian, dari Kombes Pol Noor Hudaya kepada Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto.
Rangkaian mutasi ini diharapkan membawa penyegaran di tubuh kepolisian Jawa Tengah. Namun, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pejabat baru tetap terletak pada kinerja nyata: penegakan hukum yang adil, pelayanan yang cepat, dan rasa aman yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

