Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Kalau ada jalan pintas, kenapa harus muter jauh? Kurang lebih begitu cara berpikir sebagian partai politik soal Pilkada. Wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD kembali naik ke permukaan. Alasannya terdengar rapi: efisien, hemat biaya. Tapi di balik itu, ada cerita soal lobi elite yang katanya jauh lebih praktis daripada harus turun ke rakyat.

T. Budianto
Last updated: Januari 18, 2026 9:28 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
SHARE

 

BACAAJA, SEMARANG – Sejumlah partai politik mendukung pilkada lewat DPRD. Menurut pengamat, alasan di baliknya karena cara itu diangkap lebih mudah diatur. Cukup main di ruang elite, tanpa perlu repot turun ke rakyat.

Pengamat politik Undip, Muchamad Yuliyanto menilai, dukungan parpol ke skema ini erat dengan kepentingan kekuasaan. Bukan kekuasaan rakyat, tapi kekuasaan partai-partai koalisi yang sedang dominan.

“Dipilih lewat DPRD itu jauh lebih memudahkan mereka,” kata Yuliyanto, pengajar komunikasi politik Fisip Undip ini. Ia menyebut lobi, negosiasi, sampai bagi-bagi kepentingan jadi jauh lebih simpel.pil

Menurutnya, proses politik cukup dimainkan di lingkaran kecil. Cukup hitung kursi, bangun kesepakatan, dan selesai. Tidak perlu kampanye panjang atau adu gagasan ke publik.

Oligarki Politik

Yuliyanto menyebut pola ini menguntungkan oligarki politik di internal partai. Kelompok elite punya kontrol penuh atas siapa yang maju dan siapa yang menang.

Argumen efisiensi anggaran, kata dia, hanya bungkus luar. Intinya tetap soal kemudahan mengamankan kekuasaan lewat jalur elite. Laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama bertahun-tahun juga menegaskan, korupsi politik paling banyak melibatkan aktor elite partai dan legislatif.

Celah ini justru berisiko makin terbuka jika pilkada ditarik ke DPRD. “Kalau transaksinya di ruang tertutup, publik malah makin sulit mengawasi,” ujarnya. Jadi, kalau Pilkada lewat DPRD benar-benar kejadian, rakyat mungkin cuma kebagian nonton highlight.

Pemainnya elite, lapangannya ruang rapat, dan skornya sudah disepakati sebelum peluit dibunyikan. Demokrasi tetap jalan, katanya, asal jangan tanya siapa yang pegang remote. (bae)

You Might Also Like

‘Kapitil Resmi Masuk KBBI, tapi Kosa Kata Ini Gak Bisa Dipakai Sembarangan

Bupati Pati Sudewo Respons Tuntutan Mundur: Semuanya Ada Mekanismenya

Wali Kota: Media Itu Bukan Cuma Mitra, Tapi Teman Hidup Pemerintah

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

KUR Tanpa Agunan? UMKM Semarang Udah Siap Gaspol!

TAGGED:dprdheadlinepilkada
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi tentara bayaran Rusia pada perang melawan Ukraina. Bripda Rio Ikuti Jejak Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Brimob Aceh Murka
Next Article Banjir menggenani rel di wilayah Pekalongan, Senin (19/1/2026). Foto: Dok. KAI Daop 4 Semarang. 23 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir Pekalongan 

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Sejumlah bambu ditanam warga untuk menyangga jembatan akses keluar-masuk dari dan ke Deliksari, Rabu (11/02/2026).

Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Dari K-Pop ke Green Energy: Puan Ajak Korea Investasi Hijau Bareng Indonesia

November 13, 2025
Pergantian Sekjen Gerindra dari Ahmad Muzani ke Sugiono di pribadi Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jumat 1 Agustus 2025. (Instagram/@ahmadmuzani2)
Unik

Sugiono Jadi Sekjen Gantikan Muzani, Berikut Susunan Pengurus Baru DPP Gerindra

Agustus 2, 2025
Nafa Urbach, Syahroni dari Nasdem, dan Eko Patrio dan Uya Kuya, resmi dinonaktifkan dari DPR RI dari partainya masing-masing karena dinilai menghina rakyat. Foto: dok.
Unik

Viral Joget & Komentar Pedas, Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni, dan Nafa Urbach Resmi Dinonaktifkan dari DPR!

Agustus 31, 2025
Daerah

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?