BACAAJA, SEMARANG – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng mengambil sampel DNA terhadap keluarga korban jatuhnya pesawat ATR 42 – 500. Korban berinisial H.
Selain mengambil sampel DNA, tim juga mengambil data antemortem. Pengambilan sampel itu dilakukan Minggu (18/6/2026) pukul 13.00 WIB di Kabupaten Karanganyar, Jateng.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sampel DNA dari dua orang anggota keluarga korban, yaitu ayah korban atas nama S (70) dengan jenis sampel berupa darah dan buccal swab, serta adik kandung korban, Ny. PS (35), yang juga diambil sampel darah dan buccal swab.
Selain pengambilan sampel DNA, tim juga melakukan pengumpulan data antemortem korban dari istri korban, RES yang beralamat di Jaten, Karanganyar. Data antemortem tersebut meliputi informasi medis, ciri-ciri khusus, serta data pendukung lain yang dibutuhkan dalam proses identifikasi korban.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam proses identifikasi korban kecelakaan transportasi udara.
“Sebelumnya kami mengucapkan rasa bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas kejadian kecelakaan pesawat tersebut,” kata Artanto pada keterangannya, Senin (19/1/2026).
” Pengambilan sampel DNA dan data antemortem ini dilakukan untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan akurat. Polda Jawa Tengah memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional dan tetap memperhatikan kondisi psikologis keluarga korban,” tambahnya
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polda Jateng akan terus berkoordinasi dengan tim DVI dan instansi terkait guna mempercepat proses identifikasi, sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses berlangsung.
“Kami memahami situasi duka yang dialami keluarga. Oleh karena itu, petugas di lapangan tetap mengedepankan empati serta memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi terkait perkembangan proses identifikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sebelumnya pesawat ATR itu berangkat dari Yogyakarta tujuan Makassar, hilang kontak dan ditemukan jatuh di Maros Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) siang. Di manifest pesawat itu ada 11 orang yang berada di dalamnya. (eks)


