Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat

R. Izra
Last updated: Januari 15, 2026 7:29 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Pengamat politik Undip, M Yulianto.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Wacana pilkada dipilih lewat DPRD masih ramai dibahas. Sejumlah partai politik mulai terbuka mendukung ide ini. Tapi dari kampus, kritik keras justru datang.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip), Muchamad Yuliyanto, menilai dukungan parpol terhadap pilkada DPRD sebagai langkah yang memangkas kedaulatan rakyat. Menurutnya, ini berpotensi jadi kemunduran demokrasi.

Yuliyanto yang mengajar komunikasi politik di FISIP Undip menyebut Indonesia selama ini dikenal sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Salah satu cirinya jelas, rakyat memilih pemimpinnya secara langsung.

Bacaaja: Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!
Bacaaja: Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?

Pemilihan kepala daerah dari bupati, wali kota, gubernur sampai presiden dilakukan langsung oleh rakyat. Itu yang membedakan Indonesia dengan negara yang demokrasinya setengah jalan.

Ia mencontohkan Amerika Serikat dan India. Dua negara demokrasi besar itu tetap mempertahankan pemilihan langsung, baik di level lokal maupun nasional.

Kalau pilkada dikembalikan ke DPRD, Yuliyanto menilai dampaknya tak main-main. Indeks demokrasi Indonesia bisa turun.

“Karena daulat rakyat yang paling riil itu dipotong,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, hak memilih langsung adalah wujud demokrasi politik yang paling nyata. Rakyat terlibat langsung menentukan siapa yang akan memimpin dan bertanggung jawab pada mereka.

Soal aturan, Yuliyanto mengakui pilkada lewat DPRD memang memungkinkan. UUD 1945 hanya menyebut pemilihan kepala daerah dilakukan secara demokratis. Di situ ada dua tafsir yang sama-sama sah.

Dipilih DPRD sah, karena DPRD adalah wakil rakyat. Dipilih langsung juga sah, karena sudah dipraktikkan lebih dari dua dekade. Masalahnya bukan legalitas, tapi dampaknya.

Ia menilai pilkada langsung selama ini relatif aman. Konflik memang pernah muncul, tapi tidak dominan dan tidak sampai merusak integrasi nasional.

Alasan efisiensi yang sering dipakai parpol juga dianggap terlalu menyederhanakan masalah. Murah, efektif, dan simpel dari sisi anggaran, tapi mengorbankan nilai besar demokrasi.

Menurut Yuliyanto, penghematan anggaran tidak sebanding dengan hilangnya hak rakyat memilih pemimpinnya sendiri. Apalagi tujuan pilkada adalah memilih kepala daerah yang bisa menyejahterakan warga.

Sebagai pengelola LPSI Semarang yang fokus pada dinamika demokrasi dan politik lokal, Yuliyanto menegaskan wacana ini perlu dikaji lebih dalam. Efisiensi penting, tapi jangan sampai demokrasi yang dikorbankan.

Ia menutup dengan penekanan sederhana. Kalau ingin tetap disebut negara demokrasi besar, ruang partisipasi rakyat harus tetap dijaga, bukan dipersempit. (bae)

You Might Also Like

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

Purbaya: Pilih Bangkrut Kayak 1998 atau Nambah Utang? Fix, Pinjaman RI Tembus Rp9.647 T

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Ribuan Pelajar Papua Kembali Demo Tolak MBG, Serempak Bilang Setuju!

TAGGED:dprdheadlinem yuliantopengamat politik undppilkadapilkada lewat dprd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan
Next Article Suasana di Stasiun KA wilayah Daop 4 Semarang. Foto: Dok. KAI KAI Daop 4 Tutup Jalur di Kendal akibat Banjir: 8 Perjalanan KA Terganggu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Lembur Pakuan, Estetika Kampung Sunda yang Kini Merokat Berkat KDM

Juni 10, 2025
Info

Guru Besar UGM Bongkar Anggaran MBG: Nggak Rasional, Mending Buat Tangani Bencana

Desember 23, 2025
Info

Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Februari 16, 2026
Hukum

Dari Wamen Jadi Tersangka: Drama Immanuel Ebenezer & 10 Nama Lain di Skandal Sertifikat K3

Agustus 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?