BACAAJA, BANJARNEGARA – Meski operasi pencarian korban longsor Situkung di Desa Pandanarum resmi berhenti sejak 25 November kemarin, ritme bantuan untuk warga terdampak ternyata masih tetap ngebut. BPBD Banjarnegara memastikan bahwa kebutuhan hidup para pengungsi tetap aman, dari logistik harian sampai layanan dapur umum.
Data terbaru menunjukkan jumlah pengungsi kini tinggal 584 jiwa dari tiga RT, setelah sebagian warga mulai pulang karena rumah mereka dinyatakan aman. Raib Sekhudin dari BPBD bilang kalau kebutuhan dasar seperti makan tiga kali sehari masih full tanpa pengurangan sedikit pun.
Di tengah situasi yang mulai mereda, relawan tetap bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka membantu memindahkan barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan—mulai dari perabot penting sampai hewan ternak yang ikut terdampak longsor. Walaupun pencarian korban sudah selesai, energi kemanusiaan di lapangan tetap terasa hidup.
Dari sisi hunian, BPBD sedang ngebut menyiapkan hunian sementara atau huntara di Lapangan Pandanarum. Warga yang rumahnya rusak berat atau tertimbun material longsor bakal ditempatkan di sana sambil menunggu pemulihan permanen. Sementara itu, warga RT 01 RW 03 sudah boleh kembali ke rumah karena wilayahnya dinilai aman oleh Badan Geologi.
Di luar lapangan resmi, dukungan warga juga mengalir. Para musisi Banjarnegara sampai turun ke jalan buat menggalang donasi bagi korban longsor. Meski operasi pencarian sudah berakhir, solidaritas warga malah makin kelihatan, seolah ingin bilang bahwa bantuan nggak harus berhenti hanya karena alat berat sudah ditarik pulang.
Narasi bencana sering kali penuh kesedihan, tapi cerita dari Pandanarum menunjukkan sisi lain: gotong royong yang nggak lekang oleh waktu, dan semangat saling jaga yang terus hidup di tengah masa sulit. (*)


