BACAAJA, SEMARANG- Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran resmi dimulai setelah apel gelar pasukan digelar di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). Apel tersebut dipimpin langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi sebagai tanda dimulainya kesiapsiagaan pengamanan mudik di wilayah provinsi tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi ajang memastikan kesiapan personel hingga sarana prasarana menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi membacakan amanat dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga keamanan selama arus mudik.
Baca juga: 17 Juta Pemudik Masuk Jateng, Pemprov Jamin Ketersediaan Stok Pangan
Menurut Kapolri, keberhasilan pengamanan mudik bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. “Terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas agar masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” demikian pesan Kapolri yang dibacakan Luthfi.
Operasi Ketupat Candi sendiri difokuskan pada pengamanan lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga berbagai objek vital lainnya. Langkah ini dinilai penting karena mobilitas masyarakat menuju Jawa Tengah diperkirakan melonjak cukup tinggi.
Diperkirakan sekitar 38,71 juta orang akan bergerak menuju Jawa Tengah selama musim mudik, dengan sekitar 17,7 juta orang masuk ke wilayah provinsi tersebut. Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi di berbagai jalur utama seperti Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, hingga jalur wisata.
Daerah Transit
Maklum saja, Jateng bukan hanya tujuan mudik, tetapi juga daerah transit bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan menuju Jatim maupun DIY. Kondisi tersebut tentu membawa potensi kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan rest area, hingga gangguan keamanan lainnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah menyiapkan berbagai langkah seperti posko terpadu, patroli di titik rawan macet, hingga penambahan CCTV serta rambu lalu lintas portable.
Selain itu, dilakukan juga ramp check kendaraan di terminal untuk memastikan armada angkutan umum dalam kondisi layak jalan. Pemerintah juga menyediakan program mudik gratis dan balik rantau gratis menggunakan kereta api maupun bus bagi masyarakat.
Dari sisi layanan kesehatan, kesiapan juga diperkuat. Sebanyak 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama disiapkan untuk melayani masyarakat selama periode Lebaran.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Jateng Diprediksi Membludak, Terjadi Dua Gelombang Besar
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo mengatakan, pihaknya juga menyiapkan program khusus bagi pemudik sepeda motor. Program tersebut bernama valet and ride, yang diperuntukkan bagi pemudik dari wilayah Brebes menuju Semarang.
“Motor pemudik akan diangkut menggunakan towing, sementara pemudiknya naik bus menuju Semarang,” jelasnya. Program ini disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Selain itu, puluhan posko mudik juga didirikan di sepanjang jalur utama Jawa Tengah dengan melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Setiap tahun mudik selalu jadi “festival tak resmi” terbesar di Indonesia. Jalan penuh, rest area berubah jadi tempat piknik dadakan, dan Google Maps hampir selalu merah merona. Bedanya tahun ini, Jawa Tengah sudah siap lebih dulu. Tinggal satu variabel yang sulit diatur: keputusan jutaan orang yang tetap yakin berangkat mudik… di jam yang sama. (tebe)


