BACAAJA, SEMARANG – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menyebut balap liar dan kendaraan bermotor memakai knalpot brong jadi sasaran utama penertiban di Operasi Keselamatan Candi (OKC) 2026.
“Ini lebih prioritas lagi (balap liar dan knalpot brong) untuk penertiban, kita operasi dua minggu ini, kita intensifkan lagi walaupun selama ini kita sudah melaksanakan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi di Mapolrestabes Semarang, Senin (2/2/2026).
Balap liar, kata Yunaldi, rata-rata terjadi di Kamis malam, Jumat malam dan Sabtu malam. Selain membahayakan pelakunya sendiri, balap liar juga membahayakan mereka yang menonton ataupun pengendara lain yang melintas di lokasi itu.
“Ini di lokasai itu kita laksanakan razia, kita nungguin sampai pagi, cek mereka-mereka ini. Kalau balap kan ada sirkuit, kelengkapan untuk melindungi, kalau balap liar kan motornya protolan, kelengkapan pakaian juga nggak pakai helm dan sebagainya,” sambungnya.

Sasaran penertiban lain juga pelanggaran Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), seperti rambu lalu lintas ataupun larangan parkir. Tujuannya agar fatalitas lakalantas tidak terjadi.
“Dari segi macet, kita juga tertibkan, pasar-pasar tumpah yang menyebabkan bottle neck, orang-orang yang menggunakan bahu jalan dan sebagainya, untuk parkir yang sembarangan ini yang jadi sasaran-sasaran kita,” lanjutnya.
baca juga: Jelang Ramadan Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas: Ini Cara Bedakan Surat Tilang Asli dan Palsu
Razia 2 Pekan
OKC 2026 digelar selama 2 pekan jelang Ramadan, mulai 2 Februari – 15 Februari 2026. Polrestabes Semarang juga telah menggelar pasukan OKC 2026 itu. Wakapolrestabes Semarang Kombes Pol Wiwit Ari Wibisono menjadi pimpinan apel.
Apel diikuti 258 personel yang terlibat. Hadir pula pada kegiatan itu sejumlah pejabat instansi terkait, seperti Detasemen Polisi Militer (Denpom) Semarang, Kodim Kota Semarang, Dinas Perhubungan hingga Satpol PP Kota Semarang.
“Penindakannya nanti menggunakan ETLE (tilang elektronik) ya, tak menutup kemungkinan kita tilang sektor-sektor yang membahayakan terutama balap liar, knalpot brong. Walaupun sekarang intensitasnya tidak banyak karena masyarakat bisa melapor lewat aplikasi LIBAS,” kata Kombes Wiwit.
Apel gelar pasukan ini, kata Kombes Wiwit, sesuai amanat Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, bertujuan mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana sekaligus memastikan sinergi koordinasi seluruh unsur agar pelaksanaan OKC 2026 berjalan optimal.
Sasaran OKC 2026 meliputi penggunaan kendaraan tidak layak jalan, tidak memakai helm SNI, sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, balap liar, knalpot brong hingga pengaruh alkohol saat mengemudi. (eks)


