BACAAJA, SEMARANG – Masuk bulan puasa, ritme hidup auto berubah. Jam makan geser, jam tidur ikut kacau, dan tubuh dipaksa adaptasi dengan sahur super pagi plus berbuka yang waktunya terbatas.
Pola makan juga nggak sama kayak hari biasa. Dari yang tadinya bisa ngopi kapan aja, sekarang harus mikir dua kali sebelum seruput kafein.
Buat banyak orang, kopi itu bukan cuma minuman, tapi bagian dari rutinitas harian. Jadi wajar kalau muncul pertanyaan klasik tiap Ramadhan: ngopi pas sahur atau berbuka itu aman nggak sih?
Soalnya, kafein punya efek langsung ke tubuh. Mulai dari bikin melek, sampai ngaruh ke cairan tubuh dan kondisi lambung, apalagi kalau diminum saat perut kosong.
Kalau soal sahur, sebenarnya minum kopi kurang disarankan. Alasannya simpel, kopi itu sifatnya diuretik, alias bisa “narik” cairan tubuh keluar lewat urine.
Artinya, cadangan cairan yang harusnya disimpan buat seharian puasa malah berkurang dari awal. Padahal kita bakal nahan haus sampai magrib.
Kalau cairan cepat terkuras, risiko dehidrasi jadi lebih besar. Badan bisa gampang lemas, pusing, bahkan susah fokus di siang hari.
Terus gimana kalau minum kopi saat berbuka? Boleh aja, tapi jangan dijadikan minuman pertama.
Saat azan magrib berkumandang, tubuh lagi kosong-kosongnya. Lebih aman mulai dengan air putih atau teh hangat supaya lambung “bangun” pelan-pelan.
Kalau langsung dihajar kopi, kafeinnya bisa memicu produksi asam lambung. Hasilnya? Perut bisa terasa perih atau nggak nyaman.
Idealnya, kopi diminum satu sampai dua jam setelah berbuka. Jadi setelah air putih dan makanan masuk dulu, kondisi lambung sudah lebih siap.
Meski begitu, tetap ada beberapa efek yang perlu diperhatiin kalau kamu nekat ngopi saat berbuka.
Pertama, soal pencernaan. Kafein bisa merangsang asam lambung, apalagi kalau perut belum terisi dengan cukup.
Akibatnya, risiko nyeri perut atau sensasi panas di dada bisa muncul. Buat yang punya riwayat maag atau gangguan usus, efeknya bisa terasa lebih kuat.
Kedua, dehidrasi. Walaupun minumnya saat berbuka, kalau asupan air putih kurang, kopi tetap bisa bikin cairan tubuh cepat keluar.
Karena sifat diuretiknya, kamu bisa jadi lebih sering buang air kecil. Ujung-ujungnya malah gampang haus lagi setelah minum kopi.
Ketiga, sakit kepala. Buat yang tiap hari biasa minum kopi, puasa bisa bikin tubuh “kaget” karena asupan kafein berkurang drastis.
Reaksi penyesuaian ini sering muncul dalam bentuk sakit kepala, badan terasa capek, sampai mood yang naik turun. Ada juga yang jadi gampang uring-uringan tanpa sebab jelas.
Jadi intinya, ngopi saat puasa itu bukan haram atau dilarang total. Cuma memang perlu strategi biar nggak bikin tubuh kewalahan.
Kuncinya ada di timing dan keseimbangan cairan. Pastikan air putih tetap jadi prioritas, baru setelah itu kalau mau ngopi, atur jaraknya dengan makanan.
Dengan cara itu, kamu tetap bisa menikmati kopi favorit tanpa bikin ibadah puasa jadi terasa lebih berat. Santai aja, yang penting tubuh tetap diajak kompromi, bukan dipaksa. (*)


