Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ngibing Nggak Ada Rem, Penari Dunia Tumplek Blek di Banyumas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ngibing Nggak Ada Rem, Penari Dunia Tumplek Blek di Banyumas

Dari yang awalnya cuma event lokal, kini Banyumas Ngibing berubah jadi magnet besar. Penari dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, sampai Yogyakarta tumplek blek di satu panggung budaya yang sama.

Nugroho P.
Last updated: Mei 4, 2026 2:58 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Banyumas Ngibing 24 jam.
SHARE

RITME musik tradisional bercampur tawa dan tepuk tangan jadi warna utama akhir pekan di Kecamatan Banyumas. Event budaya bertajuk Banyumas Ngibing 24 Jam kembali hadir, dan kali ini skalanya terasa makin “gila” karena menghadirkan hampir seribu penari dari berbagai penjuru.

Dari yang awalnya cuma event lokal, kini Banyumas Ngibing berubah jadi magnet besar. Penari dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, sampai Yogyakarta tumplek blek di satu panggung budaya yang sama.

Nggak cuma dari dalam negeri, aura internasional juga terasa kental. Penari dari Jepang, Kazakhstan, Belanda, hingga Jerman ikut larut dalam irama Banyumasan yang khas.

Yang bikin event ini beda dari festival tari biasa adalah tantangan ekstremnya: ngibing alias menari selama 24 jam nonstop. Bukan gimmick, tapi benar-benar dijalani dengan komitmen penuh.

Awalnya, ada tiga penari yang siap ambil bagian dalam tantangan ini. Tapi satu peserta dari Amerika harus mundur karena alasan kesehatan, bikin tantangan makin terasa “real” untuk dua peserta tersisa.

Akhirnya, dua nama ini jadi sorotan utama: Cici dari Sumenep dan Baltizar Tizar Oka dari Tangerang. Keduanya tampil bukan sekadar menari, tapi juga menunjukkan daya tahan fisik dan mental yang nggak main-main.

Penggagas acara, Riyanto, menjelaskan bahwa tantangan ini bukan sekadar aksi nekat, tapi sudah jadi bagian dari konsep acara sejak awal.

“Semua aktivitas tetap dilakukan sambil menari karena sudah diikrarkan sejak awal,” katanya.

Artinya, makan, minum, bahkan interaksi sederhana pun tetap dilakukan dalam ritme gerakan. Sebuah konsep yang mungkin terdengar nyeleneh, tapi justru jadi daya tarik kuat.

Event ini juga nggak cuma terpaku di satu panggung. Pertunjukan menyebar ke beberapa titik ikonik seperti pendopo kecamatan, halaman belakang, sampai jalanan sekitar.

Konsep ini bikin suasana makin hidup. Penonton nggak cuma jadi penikmat, tapi juga bisa ikut merasakan energi yang mengalir langsung di ruang publik.

Interaksi antara penari dan warga terasa natural. Nggak ada batas kaku antara panggung dan penonton, semuanya melebur dalam satu vibe yang sama.

Riyanto menyebut, tingginya partisipasi jadi sinyal kuat bahwa Banyumas Ngibing bukan sekadar event biasa, tapi sudah jadi ajang silaturahmi para pegiat seni tari.

“Tidak hanya dari Banyumas, tetapi juga dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, hingga Tangerang,” ujarnya.

Dari situ terlihat jelas, event ini bukan cuma soal tampil, tapi juga soal koneksi antar seniman dari berbagai latar belakang.

Kehadiran kepala daerah juga menambah semarak. Sadewo Tri Lastiono datang langsung dan memberikan apresiasi atas gelaran tersebut.

Ia melihat adanya peningkatan antusiasme dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi peserta maupun penonton yang datang.

“Saya lihat antusias yang tinggi dari tahun sebelumnya, baik peserta maupun animo penontonnya, semoga Banyumas Ngibing selanjutnya bisa lebih sukses dan lebih semarak lagi,” katanya.

Menurutnya, event seperti ini punya efek berantai yang nggak kecil. Bukan cuma soal budaya, tapi juga ekonomi yang ikut bergerak.

Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, restoran, hingga penginapan ikut merasakan dampaknya. Keramaian event jadi peluang yang langsung terasa.

Dengan konsep yang unik dan partisipasi yang luas, Banyumas Ngibing pelan-pelan naik kelas jadi event yang diperhitungkan.

Harapannya, ke depan acara ini bisa terus digelar rutin dan berkembang jadi festival berskala nasional bahkan internasional.

Kalau konsistensi ini dijaga, bukan nggak mungkin Banyumas bakal dikenal luas sebagai pusat denyut seni tari yang hidup dan dinamis.

Dan dari gerakan yang nggak berhenti selama 24 jam itu, ada satu pesan yang terasa kuat: budaya bisa tetap relevan, asalkan dikemas dengan cara yang segar dan berani beda. (*)

You Might Also Like

Selamat Untuk Anggota DPRD se-Indonesia Hasil Pemilu 2024, Jabatan Diperpanjang 7,5 Tahun

Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip

Jangan Musnahkan Si Wajah Seram, Sahabat Setia Petani

Malioboro Mau Full Jalan Kaki, Parkir Dicari Bareng

Dana Bansos Masuk Meja Judi: Setengah Juta Penerima Terlibat

TAGGED:banyumasmenaringibingtradisi banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngebut Belum Jadi, Remaja Keburu Diamankan Polisi Dinihari
Next Article Data Terbaru Haji RI, Ribuan Sakit Tujuh Wafat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)

Tawuran Viral, 20 Siswa Langsung Dipulangkan

Viral Duel Cewek di Bali, Jagung Bakar Bukan Biang Keroknya

BERKARYA - Komnas PA Temanggung menggelar lomba menggambar. Melatih anak berkarya.

Jauhkan Anak dari Gadget, Komnas PA Temanggung Bikin Gebrakan: Ajak Anak Berkarya, Ortu Dikasih Seminar

Purbaya Pastikan Pajak Tak Libatkan Babinsa

PERIKSA SISA MAKANAN - Petugas memeriksa sisa MBG yang diduga jadi pemicu keracunan siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jumat (31/7/2026).

BGN Bekukan Operasional SPPG Karangturi, Buntut 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang Keracunan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mbak Putri, sarja hukum yang milih jadi tukang jamu.
Kerjo Aneh-aneh

Kerjo Aneh-aneh: Bakul Jamu Unik, Jualan Sambil Nyanyi dan Live TikTok

Oktober 14, 2025
Kakek Masir dengan tangan diborgol, digiring jaksa menuju penjara.
Viral

Cerita Kakek Masir Dituntut 2 Tahun Penjara Gegara Mikat Burung Cendet

Desember 13, 2025
Viral

Mau Gratis Buka dan Sahur di Masjid Kampus UGM? Ini Caranya

Februari 19, 2026
Viral

Keluar Hotel Pakai Sarung, Jemaah Haji Indonesia Belum Ditemukan Hingga Kini

Mei 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ngibing Nggak Ada Rem, Penari Dunia Tumplek Blek di Banyumas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?