BACAAJA, SEMARANG — Kecelakaan serius terjadi di Turunan Silayur, Jumat (10/4). Sebuah truk besar tiba-tiba hilang kendali, ngebut, lalu menghantam mobil dan motor sebelum akhirnya terguling dan nutupin jalan.
Dari pantauan di lokasi, truk sumbu tiga itu terbalik di kawasan Jembatan Pengilon. Imbasnya? Jalan langsung lumpuh total. Macet panjang nggak bisa dihindari, baik dari arah Kota Semarang maupun dari BSB City Mijen.
Saksi mata, Siswanto (57), bilang truk dengan nomor polisi B 9517 FG melaju dari arah BSB City dengan kecepatan tinggi. Nahas, di turunan itu truk langsung nyeruduk mobil merah jenis Datsun Go Panca sampai terguling.
Bacaaja: Mobil Avanza Terbakar setelah Isi BBM di SPBU Silayur, Pasutri Panik Lari Tunggang Langgang
Bacaaja: Jalan Prof Hamka-Ngaliyan Sudah Mulus, tapi Warga Masih Khawatir Soal Silayur
“Saat nabrak itu kenceng banget. Mobilnya sampai keguling-guling ke jalur seberang,” ujar Siswanto.
Nggak cuma mobil, satu sepeda motor juga ikut jadi korban dalam kecelakaan beruntun ini. Warga sekitar langsung sigap bantu evakuasi korban di lokasi.
“Saya nolong yang di mobil merah, kalau yang di bawah juga banyak yang bantu,” tambahnya.
Yang bikin makin jadi sorotan, kejadian kayak gini ternyata bukan pertama kali. Siswanto menyoroti masih banyak truk besar yang nekat melintas di siang hari, padahal sudah ada aturan pembatasan jam operasional.
“Sudah sering kejadian, truk peti kemas kecelakaan terus dilarang lewat, tapi masih saja ada,” katanya.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang, Yunaldi, menyebut ada tiga orang yang mengalami luka akibat kejadian ini. Beruntung, nggak ada korban jiwa.
“Korban luka ada tiga, untuk penyebab masih kami dalami. Dugaan rem blong masih diselidiki,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, truk sumbu tiga sebenarnya hanya boleh melintas pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 sampai 05.00 WIB.
Ke depan, polisi bakal lebih tegas. Perusahaan truk yang masih nekat melanggar bakal ditindak.
“Kami akan tindak kalau masih ada yang curi waktu melintas. Nanti bareng Dishub Kota Semarang,” tegasnya.
Kejadian ini lagi-lagi jadi pengingat: turunan Silayur bukan tempat buat coba-coba. Kalau aturan dilanggar terus, yang jadi korban tetap pengguna jalan. (*)

